BI Gandeng ACI Dorong Sertifikasi Dealer Treasury

Husen Miftahudin    •    Kamis, 10 Jan 2019 20:57 WIB
perbankanbank indonesia
BI Gandeng ACI Dorong Sertifikasi <i>Dealer Treasury</i>
Illustrasi. Dok:AFP.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) melakukan kerja sama dengan Association Cambiste International (ACI) untuk meningkatkan profesionalisme pelaku pasar keuangan termasuk pelaku transaksi valuta asing, salah satunya dealer treasury.

ACI berperan sebagai organisasi peningkatan kemampuan dealer treasury agar memiliki sertifikasi dan kompetensi setara antara Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) satu hingga empat.

Apalagi otoritas sudah mewajibkan pelaku pasar keuangan di Tanah Air untuk memiliki sertifikasi, maksimal hingga 12 April 2019. Hal itu tertuang dalam Peraturan BI (PBI) Nomor 19 Tahun 2017 tentang Sertifikasi Tresuri dan Penerapan Kode Etik Pasar.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah mengatakan, bila hingga waktu yang ditentukan dealer trasury belum bersertifikat, maka mereka tak lagi bisa melakukan aktivitas treasury maupun bertransaksi moneter.

Dalam beleid tersebut, para dealer treasury juga diwajibkan untuk menjadi anggota asosiasi pasar keuangan alias Association Cambiste Internationale-Financial Market Association (ACI-FMA) Indonesia.

"Saya mengimbau kepada pegawai bank yang melaksanakan aktivitas treasury harap mendaftar ke asosiasi. Kedua, agar segera memiliki sertifikasi delaer treasury," ujar Nanang di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2019.

Menurut Nanang sertifikasi bagi dealer treasury penting lantaran mereka melakukan transaksi asing sehingga mampu membentuk harga kurs rupiah dan suku bunga. Maka itu, diperlukan sertifikasi agar mereka memiliki kapasitas yang sama dan pemahaman yang sama terhadap kondisi moneter, baik di Indonesia maupun internasional.

"Bagi kami, anggota ACI punya kompetisi yang baik agar mereka bisa kelola perputaran uang agar orang-orang yang pegang dealer treasury kompeten dan mematuhi kode etik," tegas dia.

Ketua Umum ACI-FMA Farida Thamrin menyebutkan, hingga 2018 keanggotaan ACI-FMA baru mencapai 1.255 dealer. Padahal, total keseluruhan dealer yang ada di perbankan maupun perusahaan pialang, perusahaan efek beserta perusahaan induknya, dan lembaga lain yang ditetapkan BI dalam melakukan aktivitas treasury mencapai 1.578 dealer.

"Masih ada sekitar 300-an orang yang kami harapkan bergabung di ACI 2019. Karena ada ketentuan PBI yang wajibkan dealer per 12 April 2019 harus sudah tersertifikasi semua, maka kami siapkan pelatihan untuk pengujian nantinya. Sehingga dealer dalam melakukan transkasi akan tahu kaidah-kaidah dan aturannya seperti apa," tutup Farida.





(SAW)