Sebelum Impor Jagung

Pemerintah Diminta Pastikan Keakuratan Data Pangan

   •    Rabu, 09 Jan 2019 13:02 WIB
panen jagungjagung
Pemerintah Diminta Pastikan Keakuratan Data Pangan
Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)

Jakarta: Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti meminta pemerintah memastikan data pangan benar-benar akurat terlebih dahulu sebelum mengimpor komoditas pangan seperti jagung.

"Bagi kami, soal kebijakan impor di sektor pertanian ini akan terus menjadi polemik jika persoalan mendasar mengenai data produksi dan konsumsi belum dapat diselesaikan. Padahal, itu yang menjadi dasar penetapan dari kebutuhan impor," kata Rachmi, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Rachmi mengharapkan pemerintah jangan berspekulasi dalam menetapkan kebutuhan impor. Ia mengingatkan esensi kebijakan impor, khususnya produk pertanian, hanya bisa dilakukan apabila produksi dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah harus membuka data-data ketersedian produksi dalam negeri dulu kepada publik sebelum melakukan impor. "Indonesia mau mencapai swasembada pangan, tetapi selalu direcoki dengan nafsu impor," ucapnya.

Rachmi mengingatkan hingga kini belum ada badan yang menyediakan data produksi dan kebutuhan konsumsi secara valid, sehingga berbagai lembaga bisa saling mengklaim. Terpisah, Kementerian Pertanian menyebutkan keputusan pemerintah membuka impor jagung tambahan sebesar 30 ribu ton karena harga jagung pakan di tingkat peternak yang masih tinggi.

"Ini untuk mengantisipasi karena harganya masih tinggi. Kami mengatakan kurang atau lebih karena persediaan terhadap permintaan. Permintaan sudah tentu ada, tapi yang menjadi pertimbangan adalah di harga," kata Direktur Pakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Sri Widayati.

Sri mengatakan menurut laporan yang didapat, harga jagung di tingkat petani masih berkisar Rp5.800 per kilogram. Ia belum bisa memastikan bahwa harga jagung akan segera turun, namun diperkirakan petani daerah Jawa Timur mulai melakukan panen pada pekan ketiga Januari 2019.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan tambahan impor jagung untuk pakan ternak sebanyak 30 ribu ton akan masuk pada pertengahan Februari 2019. "Kita sudah menambah 30 ribu ton lagi untuk masuk pada pertengahan Februari," kata Darmin.


(ABD)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA