Rangkap Jabatan di BP Batam Dikhawatirkan Guncang Investasi

Theofilus Ifan Sucipto    •    Sabtu, 22 Dec 2018 16:25 WIB
bp batam
Rangkap Jabatan di BP Batam Dikhawatirkan Guncang Investasi
Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo)

Jakarta: Keputusan pengalihan komando BP Batam dan dirangkap secara ex-officio oleh Wali Kota Batam dinilai berdampak negatif terhadap iklim investasi di Batam. Adapun keputusan peleburan kepemimpinan dilakukan pemerintah guna menyelesaikan masalah dualisme kewenangan dalam pengambilan kebijakan.

"Saya khawatir ketika (Kepala BP Batam dirangkap dan) dijabat oleh pejabat politik lokal seperti wali kota saya kira akan menimbulkan keguncangan investasi," ujar Anggota Ombudsman La Ode Ida, dalam sebuah diskusi, di Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Desember 2018.

Dalam konteks ini, ia menilai, pemerintah harusnya tidak terburu-buru mengambil kebijakan untuk melebur kepemimpinan karena BP Batam memiliki posisi yang sangat strategis. Bahkan, ia mengklaim, tarik ulur kepentingan politik masuk dalam persoalan BP Batam ini sehingga situasi dan kondisinya menjadi tidak sehat.

"Jika masih terjadi (kepentingan politik) jangan harap Batam sebagai daerah khusus dan tempat investasi di Asia Pasifik," bebernya seraya berharap pengelolaan BP Batam dipegang oleh mereka yang profesional dan bukan dialihkan ke pejabat politik.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, pemerintah harusnya tetap berkomitmen menjadikan Batam sebagai lokomotif industri. Pasalnya, Batam cukup berkontribusi terhadap perekonomian.

Terkait persoalan dualisme, ia menilai, seharusnya selesai dengan adanya satu otoritas yang mengelola yakni ada di bawah Pemkot Batam. Namun, persoalan itu ternyata tidak selesai sampai di situ saja. Pasalnya, banyak hukum yang bertabrakan. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, dan menjadi ironi karena ada mimpi agar Batam menjadi pusat investasi.

"Sebenarnya Batam mampu jadi pusat logistik nasional. Tapi ini tidak akan terjadi. Ini titik paling krusial yang sebenarnya mengapa dari kemarin kami betul-betul menyampaikan agar keputusan ini benar-benar ditinjau ulang dan juga dilakukan suatu evaluasi bahwa Batam sangat strategis untuk ekonomi kita," tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya tidak menampik, banyak hal yang membuat aktivitas perekonomian di Batam tidak maksimal. Misalnya, aktivitas ekonomi tidak dipusatkan di satu tempat di Batam yang harusnya produksinya lebih murah. Kenyataannya adalah hal apa yang murah diambil di suatu tempat dan nantinya baru digabungkan di Batam.

"Onderdil mana yang murah di situ, siapa yang murah di sana, nanti digabungkan. Artinya ada dinamika, Harusnya ada perubahan dan respons yang ditawarkan oleh Batam. Ini boro-boro mengikuti permintaan. Adanya malah kompetisi. Kompetisi sekarang sudah sangat beraneka. Kita malah berdebat dengan dualisme," pungkasnya.


(ABD)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA