NTB Kenalkan Industri Berpadu Keindahan Alam pada Delegasi IMF

Laela Badriyah    •    Selasa, 13 Mar 2018 13:10 WIB
imf-world bank
NTB Kenalkan Industri Berpadu Keindahan Alam pada Delegasi IMF
Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi. (FOTO: Medcom.id/Laela Badriyah)

Jakarta: Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tujuan kedatangan delegasi pertemuan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018. Pemerintah provinsi (Pemprov) setempat berencana menawarkan investasi di kawasan yang berintegrasi dengan keindahan alam.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi mengatakan kedatangan delegasi menjadi momen untuk memikat delegasi. Sebab, investasi dan bisnis di NTB potensial.

"Kami punya KEK Mandalika, Bandar Kayangan, dan kawasan Samota. Tiga kawasan inilah yang akan kami kembangkan dan perkenalkan ke para investor maupun delegasi nanti," kata pria yang akrab disapa Tuanku Guru itu dalam kunjungannya ke Gedung Metro TV di Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

KEK Mandalika, lanjut Tuanku Guru, merupakan satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional. Untuk menjangkau lokasi, pengunjung cukup menempuh perjalanan selama 30 menit dari Bali. Mandalika memiliki konsep yang memadukan industri dan wisata. Kawasan itu berdiri di lahan seluas 1.250 hektare (ha).

"Kawasan ini menghadap ke Samudera Hindia dan pasir putih membentang cantik di pantainya. Presiden sudah melakukan groundbreaking di kawasan itu pada 20 Oktober 2017," ujar Tuanku Guru.


KEK Mandalika. (FOTO: ANTARA/Ahmad Subaidi)

Kawasan kedua yang dikenalkan Tuanku Guru adalah Bandar Kayangan. Lagi-lagi, kawasan itu memadukan potensi industri berbasis keindahan alam.

Masih di Pulau Lombok, Bandar Kayangan rencananya dibangun di sisi utara. Bila lewat jalur darat, jarak tempuh dua kawasan itu kurang lebih 100 kilometer (km).

Bandar Kayangan, nantinya, berhadapan dengan Selat Lombok dan 'bersandarkan' Gunung Rinjani. Investasi yang disasar Tuanku Guru di kawasan itu yaitu maritim, perdagangan, dan energi.

"Yang menarik, perairan di sekitar Bandar Kayangan, atau sisi utara Pulau Lombok mencukupi untuk pelayaran kapal besar. Kurang lebih kedalaman perairan 30 meter," lanjut Tuanku Guru.

Selain dua kawasan itu, Tuanku Guru menawarkan investasi di pulau lain yaitu Sumbawa. Samota nama kawasan itu. Kawasan terdiri dari tiga teluk yaitu Saleh, Moyo, dan Tambora.

Baca: Lima Destinasi Pariwisata Indonesia Bakal Diserbu Tamu IMF-WB 2018

Setali tiga uang, kawasan itu juga menghadirkan keindahan alam. Dua taman nasional dihadirkan di kawasan itu. Yaitu Gunung Tambora dan laut. Menurut Tuanku Guru, potensi industri yang bisa dikembangkan di Samota adalah kelautan, perikanan, pertanian, dan wisata.

"Material yang keluar dari letusan Gunung Tambora itu bagus untuk tanaman. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk pertanian," tutur gubernur yang memasuki masa purnanya pada 2018 itu.

Gunung Tambora meletus dahsyat pada April 1815. Dentuman letusan terdengar hingga Pulau Sumatera, atau kurang lebih 2.000 km. Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku. Kabarnya, kolom api yang memancar dari gunung mencapai ketinggian 43 km.

Letusan mengakibatkan perubahan iklim dunia, terutama Amerika Utara dan Eropa. Peristiwa itu dikenal sebagai tahun tanpa musim panas. Setelah letusan, abu vulkanik yang terlempar dari perut bumi mengandung unsur hara bagus untuk tanaman. Kopi dan tanaman mente tumbuh subur. 

Selain itu hutan daratan rendah dan pegunungan menciptakan panorama alam di sekitar Tambora. Padang savana pun menjadi lumbung rumput yang melimpah bagi sapi-sapi ternak.

 


(AHL)