11 Bulan, Nilai Ekspor Perikanan Mencapai USD4,09 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 11 Jan 2018 15:55 WIB
perikanan
11 Bulan, Nilai Ekspor Perikanan Mencapai USD4,09 Miliar
Ikan (ANT/Oky Lukmansyah).

Jakarta: Kinerja ekspor produk perikananan telah meraih hasil positif sepanjang periode Januari hingga November 2017. 

Nilainya mencapai USD4,09 miliar, dengan volume sebesar 979.910 ton. Pencapaian ekspor perikanan hingga November 2017, naik 8,12 persen bila dibanding nilai USD3,78 miliar pada periode yang sama di 2016.

‎"Dari sisi pertumbuhan nilai bulan ekspor selama periode Januari 2012 hingga November 2017 naik sebesar 1,71 persen per bulan, sedangkan volume naik 1,63 persen per bulan," ucap Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, ditemui dalam konferensi pers di kawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

‎Sementara itu, nilai dan volume impor sampai dengan November 2017, bilang Nilanto, mencapai USD433.380 ribu dan 346.350 ton. Tren nilai impor pada periode Januari hingga November ‎2017 menunjukkan peningkatan 14,43 persen, jika dibanding periode yang sama di 2016. Namun, hal itu tidak berpengaruh terhadap nilai neraca perdagangan.

"Karena persentase impor hanya 10,31 persen terhadap nilai ekspor. ‎Hal ini menunjukan kenaikan nilai impor tidak berpengaruh terhadap nilai neraca perdagangan," tutur Nilanto.

Selama periode 2012-2016, kata Nilanto, tren tahunan nilai ekspor mengalami kenaikan ‎2,45 persen, sebaiknya nilai impor mengalami penurunan 1,89 persen. Tapi, dari sisi volume ekspor, tren tahunannya mengalami penurunan 3,23 persen.

Penurunan volume ekspor, dia mengaku, tidak berpengaruh terhadap nilai ekspor selama ini. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti meningkatnya harga ekspor, produk memiliki nilai tambah, dan produk yang turun volume ekspornya adalah produk dengan harga rendah.

Jika dibanding dengan Tiongkok, Thailand, Vietnam, dan Filipina, menurut dia, pertumbuhan nilai ekspor dan neraca perdagangan Indonesia meningkat lebih tinggi selam periode 2012-2016. Pertumbuhan nilai ekspor naik 2,31 persen per tahun sepanjang 2012-2016,‎ dan pertumbuhan neraca perdagangannya naik 2,67 persen per tahun.

Adapun pertumbuhan nilai ekspor Tiongok naik 2,29 persen dan neraca perdagangannya tumbuh 0,6 persen per tahun. Lain halnya dengan Vietnam, nilai ekspor hanya tumbuh 1,45 persen per tahun dan neraca perdagangannya turun 15,14 persen per tahun.

"Dengan Filipina, nilai ekspornya mereka naik hanya 0,32 persen per tahun, dan neraca perdagangannya turun 6,75 persen per tahun," tukasnya.



(SAW)