Bulog Bisa Serap Gabah dengan Banyak Skema

Gervin Nathaniel Purba    •    Sabtu, 10 Feb 2018 19:17 WIB
berita kementan
Bulog Bisa Serap Gabah dengan Banyak Skema
Foto: Liliek Dharmawan

Banjarmasin: Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diminta terus menyerap gabah langsung dari petani, meski saat ini harga gabah di tingkat petani sudah lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700 per kilogram (kg). Bulog bisa menyerap gabah dengan skema lain.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Februari 2018, harga gabah kering panen di tingkat petani Rp5.415 per kg. Biaya produksi diperkirakan sekitar Rp4.200 per kg gabah kering panen.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Perum Bulog masih bisa menggunakan skema selain HPP untuk menyerap gabah. Menurutnya, Bulog bisa menggunakan skema fleksibilitas 10 persen.

"HPP sekarang Rp3.700 per kg. Kalau difleksibilitaskan 10 persen berarti Rp4.030 per kg. Yang namanya fleksibilitas naik 10 persen. Harga (HPP) fleksibilitas pada saat harga jatuh," jelas Amran ditemui di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu, 10 Februari 2018.

Tidak hanya itu, menurut Amran, Bulog juga bisa menyerap gabah dengan skema komersil. "Ada juga komersil, bisa dibeli. Yang Rp4.500 melalui komersil. Jadi ada sistem kita bangun, ada di luar kualitas," katanya.

Melalui kedua skema tersebut, tidak ada cerita lagi bagi Bulog untuk tidak menyerap gabah. Sehingga kesejahteraan petani dapat terjaga.

"Ada HPP, ada fleksibilitas naik 10 persen di atas HPP. Ada komersil. Jadi kita harapkan tidak ada lagi cerita petani rugi, harus untung," tegas Amran.


(TRK)