Sri Mulyani: Bantuan Tsunami Aceh Dikelola Baik

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 30 Nov 2016 17:52 WIB
tsunami aceh
Sri Mulyani: Bantuan Tsunami Aceh Dikelola Baik
Menkeu Sri Mulyani . ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada saat menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani pernah menghadapi kondisi yang berat. Pada 2014, bencana alam tsunami yang menerjang Aceh membuat pemerintah harus secara tepat mengelola anggaran serta bantuan yang berikan oleh dunia internasional.

baca : Di Padang Rumput Ini, Korban Tsunami Aceh 'Beristirahat'

Dirinya menyebut, bencana tsunami Aceh menghancurkan serta menghabiskan hampir 30 persen aset pemerintah daerah di sana. Untuk itu, pemerintah pusat memerintahkan beberapa orang untuk menggantikan mereka dan mengembalikan Aceh seperti semula.

"Maka dunia mau membantu sekitar USD13 miliar atau USD15 miliar. Mereka ingin membuktikan bahwa bantuan untuk Indonesia tidak dikorupsi sehingga kita buat suatu sistem dengan nama trust fund, kita bisa monitor," ujarnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Pada saat itu, bantuan dari luar negeri menjadi perdebatan apakah ini dimasukan ke dalam stuktur APBN atau tidak. Menurut Sri Mulyani jika orang percaya Indonesia tidak akan korupsi maka tidak masalah uang bantuan dimasukkan ke dalam APBN.

baca : Tsunami Aceh dalam Kenangan SBY (2)

"Karena pada akhirnya dia tetap akan masuk ke apbn dalam pembukuan terpisah. Namun dia tetap masuk di account pemerintah. Tapi yang mereka ingin tahu ini account pemerintah tapi jangan disentuh oleh orang yang tidak berhak," jelas dia.

Pada akhirnya, pengelolaan dana untuk pemulihan Aceh dijalankan dengan baik. Bahkan dunia internasional, lanjut Sri Mulyani, menilai jika rehabilitasi, rekonstruksi, dan penanganan akuntabilitas keuangannya termasuk yang paling sukses di dunia.

"Karena waktu itu, di semua negara maju atau berkembang begitu terjadi bencana alam dia menjadi lahan korupsi. Itu banyak sekali kan yang nyumbang tapi jadi lahan korupsi. Mungkin tsunami Aceh jadi contoh yang sangat langka di dunia, di mana Indonesia bisa kelola yang dengan baik, rehabilitasi, rekonstruksi dan akuntabilitas terjadi," pungkasnya.





(SAW)