GMF Resmi Jadi Pusat Logistik Berikat

   •    Rabu, 19 Oct 2016 16:07 WIB
pusat logistik berikat
GMF Resmi Jadi Pusat Logistik Berikat
Pegawai Garuda Maintenance Facility (GMF) saat melakukan pemeriksaan pesawat di hangar empat, Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Lucky R)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia resmi menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB) tahap II di mana fasilitas tersebut diterima dari Dirjen Bea dan Cukai Kementerian.

Direktur Utama GMF AeroAsia Juliandra Nurtjahjo mengatakan GMF telah melewati beberapa proses administrasi dan teknis yang menjadi prasyarat dari Dirjen Bea dan Cukai. Juliandra menambahkan GMF merupakan penerima fasilitas PLB dalam bidang aviasi satu-satunya di Indonesia.

"Tentunya dengan pemberian fasilitas ini kami berharap GMF dapat menjadi hub lalu lintas logistik komponen pesawat di Indonesia," katanya dalam acara Jakarta International Logistics Summit & Expo (JILSE) 2016 di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (19/10/2016).

Juliandra menuturkan bermacam fasilitas yang ditawarkan oleh PLB GMF AeroAsia adalah dengan melayani kebutuhan produksi dan membuka kesempatan yang besar untuk area perdagangan logistik dalam industri aviasi. Dia menambahkan, Just in Time project menjadi mudah dan proses waktu tunggu barang atau dwelling time dapat ditekan menjadi 24 jam maksimal sehingga kebutuhan komponen pesawat dapat tersedia dengan cepat.

"Fasilitas ini menguntungkan bagi maskapai yang melakukan perawatan karena kecepatan distribusi material menjadi fokus utama dari pelaku bisnis MRO (maintenance, repair, and overhaul)," tambah dia.

Menurut Juliandra, keberadaan PLB bagi GMF AeroAsia memiliki beberapa keuntungan bagi pelaku industri aviasi, di antaranya dengan fleksibilitas dapat dimiliki oleh GMF, pemasok dan importir komponen material.

"Fleksibilitas yang dimaksud di sini adalah kemudahan kegiatan penimbunan barang menjadi lebih sederhana di dalam industri PLB serta para pelaku industri aviasi di sini akan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak apabila transaksi dilakukan di dalam Pusat Logistik Berikat," tutur dia.

Selain itu, lanjut dia, keuntungan bagi GMF selaku penerima fasilitas PLB di sini adalah meminimalisir Turn Around Time untuk pengerjaan perawatan pesawat. "GMF berharap dapat berkontribusi dalam memastikan kelaikan pesawat udara," tegas Juliandra.

Sebagai perusahaan MRO terbesar di Indonesia yang memiliki visi menjadi Top 10 MROs in the world di 2020, GMF AeroAsia terus berkembang sesuai dengan target yang ditetapkan. Juliandra menilai Fasilitas PLB merupakan nilai tambah tersendiri bagi GMF karena dengan berbagai macam kemudahan fasilitas yang ditawarkan nantinya para maskapai pelanggan GMF akan menjadikan GMF sebagai strategic partner dalam hal perawatan pesawat terbang.

Dia menuturkan, GMF diharapkan akan mampu untuk bersaing masuk kedalam 10 besar dunia di 2020 setelah saat ini di 2016 menempati posisi 17 besar dunia. Di hari pertama keikutsertaan GMF dalam pameran logistik dan rantai ketersediaan (supply chain) ini, selain diresmikan sebagai Pusat Logistik Berikat, GMF juga menyepakati kerja sama dengan beberapa mitra strategis, di antaranya Airbus untuk managed inventory, DB Schenker untuk ketersediaan material persawat (supply aircraft material) an Alliance 21 untuk aktivitas pengiriman dalam rangka mendukung kecepatan maintenance pesawat.


(AHL)