Promosi Tenun, Kemenperin Gunakan Film Animasi

Husen Miftahudin    •    Sabtu, 15 Oct 2016 17:12 WIB
kementerian perindustrian
Promosi Tenun, Kemenperin Gunakan Film Animasi
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih. (FOTO: Dokumentasi Kemenperin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memanfaatkan film animasi sebagai salah satu upaya untuk mempromosikan kain tenun nusantara sekaligus melakukan penguatan branding produk-produk tenun masing-masing daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Upaya strategis ini dipilih karena teknologi multimedia menyampaikan informasi dengan cepat, menarik, efektif dan efisien.

"Apalagi, saat ini banyak tumbuh industri berbasis teknologi digital atau multimedia seperti animasi yang banyak dikerjakan oleh anak muda. Perkembangan industri animasi sudah semakin meluas dan semakin banyak animator Indonesia yang handal dalam membuat film animasi," ungkap Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (15/10/2016).

Menurut Gati, film animasi saat ini telah berkembang sesuai dengan kebutuhan penggunanya, tidak semata untuk hiburan, melainkan juga untuk kepentingan promosi pelaku usaha maupun penyampaian informasi di kalangan pemerintah dan swasta.

Direktorat Jenderal IKM Kemenperin sendiri telah melakukan pembinaan kepada para animator dalam negeri untuk peningkatan kompetensi. "Pada 2016, kami mengadakan bimbingan teknis untuk IKM animasi di Cimahi dengan jumlah 20 peserta," tuturnya.

Selanjutnya, pada 2017, pihaknya akan menjalankan program penumbuhan dan pengembangan IKM animasi melalui inkubator dengan dorongan bantuan peralatan dan bimbingan teknis. "Tahun depan, kami juga mengadakan lomba animasi untuk mempromosikan Sail Sabang," tegas Gati.

Berdasarkan data Kemenperin, potensi nilai ekspor tenun ikat pada 2015 mencapai USD2,6 juta. Sedangkan jumlah sentra IKM tenun mencapai 368 sentra yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut dia, industri sandang, merupakan salah satu derivat industri nasional yang perlu dibina secara komprehensif, terpadu, fleksibel, dan applicable melalui penggerakan SDM, pendidikan, desain, mutu, packaging, branding, pengembangan pasar, proses supply chain, perlindungan HKI, koordinasi antarinstansi terkait, sumber informasi yang mudah diakses dan lain sebagainya.

"Salah satu komponen industri sandang yang saat ini sedang gencar-gencarnya dipromosikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian adalah tenun tradisional atau yang juga dapat disebut tenun nusantara," pungkas Gati.


(AHL)