Ada Perbedaan Persepsi Tarif Antara Manajemen dan Driver Grab

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 13 Apr 2018 16:03 WIB
grabojek onlineGrab Akuisisi Uber
Ada Perbedaan Persepsi Tarif Antara Manajemen dan <i>Driver</i> Grab
Ilustrasi. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Jakarta: Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengaku ada perbedaan persepsi antara perusahaan penyedia transportasi online, Grab Indonesia dengan pengemudi ojek online mengenai kenaikan tarif.

Pengemudi berpendapat bahwa perusahaan aplikator itu enggan menaikkan tarif. Tetapi berdasarkan info yang diterima Budi dari pihak perusahaan, Grab bukan tidak mau menaikkan tarif, melainkan ingin memperbaiki pendapatan para pengemudi.

"Ada perbedaan persepsi. Grab itu mengatakan ke saya bukan tarif. Tapi perbaikan pendapatan kepada para pengemudi," kata Budi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Menurutnya, kedua pandangan itu adalah satu hal yang sama, namun berbeda. Pihak Grab pun telah berjanji akan memperbaiki pendapatan para pengemudi.

"Mungkin mereka ada item-nya. Tapi dia (Grab) sudah berjanji akan memperbaiki pendapatan. Memperbaiki pendapatan itu kan banyak komponennya juga," jelas dia.

Grab Indonesia sempat menjelaskan pihaknya telah berdiskusi dengan Kemenhub terkait peningkatan pendapatan. Diskusi itu menghasilkan kesepakatan untuk membantu menaikkan posisi tawar pengemudi.

Managing Director Grab Indonesia Ridzky Kramadibrata menjelaskan Grab sepakat untuk meningkatkan pendapatan para mitra driver meski tidak signifikan.

"Kesepakatan Grab untuk meningkatkan pendapatan para mitra driver, dengan tidak meningkatkan tarif secara ekstrem. Seperti tidak langsung jadi Rp4.000 per kilometer (km)," ujar Ridzky.

Menurut Ridzky, kenaikan tarif malah akan berdampak hilangnya potensi pendapatan pengemudi. Sebab akan mengurangi permintaan ojek online. Dengan tarif Rp2.000 per km, di mana terdapat 20 perjalanan tiap harinya dengan jarak 10 km masing-masing perjalanan, maka penghasilan yang didapat bisa mencapai Rp400 ribu.

 


(AHL)