Afrika Butuh Minyak Kelapa Sawit Indonesia

Cecylia Rura    •    Selasa, 10 Apr 2018 21:34 WIB
kelapa sawit
Afrika Butuh Minyak Kelapa Sawit Indonesia
Kelapa Sawit. Ant/IGGOY EL FITRA.

Nusa Dua: Negara-negara di Afrika membutuhkan kelapa sawit. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan bahwa kelapa sawit dibutuhkan di banyak negara berkembang seperti Afrika.

"Salah satu pembicaraan dari pertemuan tadi, salah satunya dengan Nigeria adalah palm oil. Buat kita, negara-negara berkembang, kelapa sawit merupakan industri strategis,"katanya, saat pernyataan pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa, 10 April 2018.

Dia mengungkapkan sebanyak 16 hingga 17 juta orang bergantung pada produksi kelapa sawit."Jika industri ini super strategis dan membawa kesejahteraan bagi kita, kalau dihantam itu akan menjadi masalah. Dan ternyata hampir semua minyak kelapa sawit dimiliki 12 negara berkembang," tukasnya.

Selain Nigeria, negara Afrika lainnya yang membahas mengenai sawit adalah Madagaskar. Negara ini bahkan sudah menyiapkan lahan untuk membangun ladang kelapa sawit. Hal ini disampaikan Menteri luar Negeri Retno Marsudi.

"KIta sudah punya kerja sama, ada beberapa perusahaan kita yang membuka lahan di sana dan akan mengekspansi. Mereka (perusahaan Indonesia) memberi saran bahwa ekspansi ini dapat dilakukan hingga 10 ribu hektar,"ungkap Menlu.

Madagaskar bahkan ingin menjadi anggota Dewan Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit (CPOPC). Namun, sayangnya banyak negara-negara di Eropa yang mau menarik produk kelapa sawit karena alasan merusak lingkungan.

Di kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan bahwa jika negara-negara di Eropa memulai perang dagang, maka Indonesia tidak akan takut.Namun dia berharap hal tersebut tak terjadi.


(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA