Uang Mengajarkan Kecerdasan

Kautsar Widya Prabowo    •    Kamis, 07 Jun 2018 14:18 WIB
tips keuangan
Uang Mengajarkan Kecerdasan
Motivator Tung Desem Waringin. (FOTO: Medcom.id/Kautsar

Jakarta: Strategi pemasaran (marketing) untuk menarik simpati masyarakat sangat beragam, seperti yang dilakukan motivator Tung Desem Waringin. Penulis buku terkait motivasi kehidupan itu melihat uang sebagai salah satu instrumen pembelajaran.

Dia menuturkan uang tidak dapat memberikan kebahagiaan, namun dapat memberikan kecerdasan. Ada dua hal yang dapat dipelajari mengenai uang ke masyarakat, yaitu pendapatan dan pengeluaran.

Pendapatan dalam sehari-hari dikenal dengan tiga cabang, yaitu aktif income, pasif income, dan capital gain.

"Aktif income ketika kita aktif bekerja baru mendapatkan uang. Pasif income, tidur pun dapat income. Ketika kita sabar, aktif income dapat disisihkan untuk membangun rumah kos dan capital gain dengan investasi rumah yang memiliki nilai jual tinggi," ujarnya di SMP Angkasa, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Ketika ada pendapatan pastinya ada pengeluaran. Penulis buku terkait kehidupan itu memberikan tiga macam pengeluaran. Seperti pengeluaran sekali habis, pengeluaran pasif spending, dan invisible spending.

"Pengeluaran sekali habis ketika uang digunakan beli tiket konser yang langsung habis, pasif spending pengeluaran untuk pajak dan invisible spending ketika tidur kita rugi, saat beli motor lima tahun lagi harganya akan turun," tuturnya.

Menurut dia hampir 97 persen masyarakat dapat menggunakan uang secara boros, tapi ada juga tiga persen masyarakat yang pelit untuk mengeluarkan uangnya.

"Namun ketika kita belum dapat mengatur secara bijak, ada tiga hal yang bisa kita alokasikan uang kita agar tidak terbuang sia-sia," tuturnya.

Dia mencontohkan happy money yang digunakan untuk keperluan saat itu juga, tapi rasa kesenangan yang dirasakan hanya sesaat. Kemudian uang yang digunakan untuk ditabung di masa depan, kesenangan yang dirasakan pun nantinya akan dirasakan di masa depan.

"Lalu ada yang yang kita peroleh bisa digunakan untuk beramal, tentunya kesenangannya hingga nanti di surga," ujar dia.

Dengan itu ketakutan atas bangkrutnya negara Indonesia pada tiga generasi mendatang, lantaran belum mengetahui cara mengatur uang dengan baik, bisa diantisipasi.

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA