LPS Minta Penurunan Bunga Kredit Perbankan Dikebut

Desi Angriani    •    Kamis, 14 Sep 2017 16:38 WIB
lps
LPS Minta Penurunan Bunga Kredit Perbankan Dikebut
LPS. Dok: LPS.

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)  mendorong perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit satu digit. Hal itu menyusul diturunkannya suku penjaminan (LPS rate) sebesar 25 bps yang mulai berlaku efektif sejak 15 September 2017 sampai dengan 14 Januari 2018. 

"Dan kita mendorong penurunan suku bunga kredit bank menjadi kebih cepat," kata Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah dalam jumpa pers di Kantor LPS, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Menurutnya, penurunan LPS Rate akan membantu percepatan penurunan tren suku bunga simpanan dan deposito. Namun penurunan suku bunga membutuhkan masa transisi. 

Sementara turunnya suku bunga acuannya BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,5 persen pada Agustus lalu, katanya belum berdampak signifikan terhapa penurunan bunga kredit perbankan.

"BI juga sudah menurunkan api enggak terlalu efektif dan kitalantau terus pergerakan suku bunga deposito bank kita menuju ke arah bawah," tuturnya.

Halim menambahkan, evaluasi terhadap kondisi likuiditas saat ini dan prospek hingga tiga bulan ke depan menunjukkan likuiditas perbankan berada dalam posisi yang memadai.

Dengan turunnya suku bunga acuan dan memadainya likuiditas perbankan, maka ruang bank untuk menurunkan cost of fund dan suku bunga kredit akan semakin besar.

"Komponen risiko kredit dalam perhitungan suku bunga kredit perlu dibenahi sehingga suku bunga kredit bisa lebih cepat turunnya," tutup dia.

Berdasarkan data BI, per Juli 2017 rata-rata suku bunga kredit perbankan tercatat sebesar 11,73 persen atau turun 4 bps dari bulan sebelumnya. Suku bunga kredit terus menurun namun lambat, sejak BI menurunkan suku bunga acuannya hingga 175 bps sejak awal 2016 sampai Agustus 2017.





(SAW)