Pemerintah Perdalam Cakupan Kepemilikan Asing di Asuransi

Desi Angriani    •    Selasa, 18 Apr 2017 18:21 WIB
asuransi
Pemerintah Perdalam Cakupan Kepemilikan Asing di Asuransi
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus mengkaji aturan kepemilikan investor asing terhadap perusahaan asuransi di Indonesia. Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, pihaknya bersama Badan Kebijakan Fiskal akan memperdalam cakupan dan pelaku industri di sektor asuransi.

"DPR akan beri tambahan alternatifnya, dan keuangan ditugasi dalam satu minggu ini sama BKF untuk perdalam cakupan dan pelaku industri," ucap Mardiasmo usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 18 April 2017.

Untuk memperdalam kajian tersebut, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) akan mengacu dari negara-negara maju terkait batasan kepemilikan asing di perusahaan asuransi.

"Kita ingin melihat di negara maju seperti apa. itu satu, lalu pelaku industrinya seperti apa, kita ajak bicara," ungkapnya.



Menurutnya, kontribusi pihak asing terhadap industri asuransi masih dibutuhkan. Hal itu yang membuat setidaknya 19 perusahaan asuransi tersebut bisa bertahan.  

"Oh iya dibutuhkan, mereka akan menjelaskan," imbuh Mardiasmo.

Dia berharap hasil kajian tersebut rampung pekan ini sebelum masa reses DPR dimulai.

"Nanti sebelum reses kita akan putuskan oleh DPR komisi 11," pungkas dia.

Sekadar informasi, aturan soal besaran batas maksimal kepemilikan asing pada perusahaan perasuransian oleh Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih belum menemukan titik temu. Pemerintah mengusulkan agar batasan maksimal masih 80 persen, sementara DPR ingin pemerintah melakukan kajian lebih mendalam.

 


(SAW)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

2 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA