TEI 2017 Bidik Transaksi USD1,1 Miliar

   •    Kamis, 18 May 2017 19:47 WIB
trade expo indonesia
TEI 2017 Bidik Transaksi USD1,1 Miliar
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menargetkan transaksi senilai USD1,1 miliar pada penyelenggaraan pameran dagang terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2017, yang akan diselenggarakan pada 11-15 Oktober.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa dengan penyelenggaraan di lokasi baru dan dengan dukungan layanan serta infrastruktur yang lebih baik, Kementerian Perdagangan (Kemendag) yakin akan mampu menarik lebih banyak pembeli baik  dari luar dan dalam negeri.

"Di lokasi penyelenggaraan baru, kami berharap TEI akan terlaksana lebih baik lagi lewat penataan tampilan dan layout zonasi produk yang lebih baik dan lebih menarik sesuai standar internasional. Begitu juga dengan kenyamanan bertransaksi dan bernegosiasi bisnis," kata Enggartiasto, di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis 18 Mei 2017.

TEI 2017 akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten dengan mengusung tema Global Partner for Sustainable Resources. Diharapkan jumlah pengunjung dan "buyer" akan mencapai 16.000
orang.

Selain itu, TEI 2017 menargetkan sebanyak 1.100 peserta atau ekshibitor ikut serta dalam pameran. Para peserta atau eksibitor merupakan produsen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa Indonesia yang berkeinginan memperluas pasar mereka ke luar negeri melalui perdagangan dengan buyer internasional yang menghadiri TEI 2017.

"TEI adalah pameran business-to-business terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi one stop business service bagi buyer yang mencari produk Indonesia dengan kualitas tinggi dan berdaya saing. Bila TEI 2016 adalah titik balik peningkatan ekspor, maka TEI 2017 adalah tonggak peningkatan ekspor," tutur Enggartiasto.

TEI 2017 akan menampilkan lebih dari 300 produk dan jasa Indonesia. Semua produk dan jasa yang dipamerkan dibagi dalam 7 zona produk potensial dan unggulan nasional. Zona-zona tersebut adalah furniture and furnishing, fashion, craft and creative products, premium products, strategic industries, manufacturing products and services, food and beverages, dan province premium products.

Selain itu, Kemendag juga berupaya menjaring buyer asing melalui promosi dan sosialisasi di luar negeri yang dikoordinasikan oleh 132 Kantor Perwakilan Republik Indonesia, Atase Perdagangan, dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Pada TEI 2017, Atdag dan Kepala ITPC di luar negeri berperan sebagai perekrut buyer yang bertugas meyakinkan buyer di negara akreditasi masing-masing untuk datang ke TEI dan berbisnis dengan eksportir Indonesia.

"Hal ini merupakan tindaklanjut dari upaya reorientasi dan reposisi Atdag dan ITPC yang tidak hanya sebagai agen pemasaran produk Indonesia di luar negeri, tapi juga sekaligus sebagai customer service bagi buyer di negara akreditasinya yang menjadi mitra pelaku usaha Indonesia," ucap Mendag.

Selain mendorong transaksi antara peserta TEI dan buyer asing, TEI 2017 juga akan mengintensifkan misi dagang lokal, yaitu transaksi antara peserta TEI dan buyer lokal seperti yang pernah diinisiasi pada TEI 2016. Untuk itu, Mendag mengimbau Pemerintah Daerah  untuk membawa pebisnis daerah hadir di TEI.

Dengan begitu, produk Indonesia dapat dipasarkan lebih luas lagi, baik di pasar domestik maupun internasional, dan penggunaan produk dalam negeri dapat lebih didorong.

Penyelenggaraan sebelumnya, yaitu TEI 2016, menandai titik balik kebangkitan ekspor Indonesia lewat total transaksi yang mencapai USD1,02 miliar, di mana nilai tersebut naik sekitar 12 persen dari perolehan 2015. Jumlah pengunjung pada TEI 2016 tercatat mencapai 15.567 orang dari 125 negara.


(SAW)