Semester II 2017

Pembangunan Infrastruktur Diyakini Tingkatkan Volume Penjualan Semen

Eko Nordiansyah    •    Senin, 07 Aug 2017 14:28 WIB
indocement tunggal prakarsa
Pembangunan Infrastruktur Diyakini Tingkatkan Volume Penjualan Semen
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) meyakini volume penjualan semen hingga akhir tahun dapat tumbuh empat hingga lima persen. Salah satu faktor pendorong untuk semester II-2017 adalah pembangunan infrastruktur yang diprediksi akan lebih baik dibandingkan periode paruh pertama tahun ini.

"Ada banyak trigger (untuk penjualan di semester II-2017). Pembangunan infrastrukur kalau dibuka maka akan diikuti dengan dibangunnya properti," kata Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin 7 Agustus 2017.

Dirinya menambahkan, pembangunan properti diprediksi akan semakin bergeliat di sisa tahun ini. Selain itu penjualan semen, lanjut dia, juga dipengaruhi oleh kenaikan penjualan alat berat, batu bara, serta perkembangan industri perkebunan.

"Karena kalau orang Indonesia itu kita tahu, kalau kita semua punya uang, kita tambah kamar satu, itu yang terjadi. Dan developer juga sudah membangun properti. Ini adalah berita baik karena biasanya (penjualan) semen mengikuti," jelas dia.

Untuk mengantisipasi permintaan domestik yang lebih kuat, Indocement akan mulai memanfaatkan pabrik terbaru yang lebih efisien. Dengan begitu diharapkan produksi yang lebih tinggi tidak akan membebani biaya operasional perseroan sampai dengan akhir tahun.

"Pabrik P14 dengan kapasitas sebesar 4,4 juta ton di Citeureup. Saat ini P14 sudah beroperasi penuh dan akan mampu menekan biaya sebesar USD4 hingga USD5 per ton dibandingkan dengan pabrik yang lebih tua," pungkasnya.

Meski begitu, dirinya memperkirakan jika produksi semen nasional akan mengalami kelebihan produksi hingga 40 juta ton. Padahal di sisi lain, penjualan semen nasional pada semester I-2017 mengalami penurunan 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


(SAW)