Pemerintah Awasi Distribusi Bahan Pokok

   •    Rabu, 14 Jun 2017 22:50 WIB
bahan pokok
Pemerintah Awasi Distribusi Bahan Pokok
Sembako (ANT/Aditya Pradana Putra).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya untuk mengawasi pendistribusian bahan pokok ke berbagai wilayah di Indonesia, khususnya untuk toko atau ritel modern yang wajib menerapkan skema Harga Eceran Tertinggi (HET) bahan pokok penting.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, bahwa jika terdapat ritel atau toko modern yang kekurangan pasokan, dalam waktu dekat akan dipenuhi. Namun, jika kekurangan pasok tersebut terjadi secara terus-menerus, maka ada indikasi penyelewengan.

"Jika kurangnya terus-menerus, maka kami akan periksa dan melakukan audit. Kapan pasokan tersebut diterima, jika hari itu juga langsung habis, kami akan lihat transaksinya," ujar Enggartiasto, di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu 14 Juni 2017.

Selain itu, lanjut Enggartiasto, pengawasan distribusi bahan pokok tersebut juga meliputi tingkat produsen, dan pasar tradisional. Pengawasan tersebut guna menjamin pasokan bahan pokok yang cukup bagi masyarakat, khusususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah.

"Pasokan akan terus diawasi, di pasar tradisional dan ritel modern. Petugas akan dikirim untuk melihat stok di ritel modern," kata Enggartiasto.

Dalam upaya pengendalian harga dan pasokan tersebut, Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi beberapa kerja sama antar pelaku usaha. Kerja sama tersebut antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan distributor gula, GIMNI, Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) dan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI).

Dalam kesepakatan itu, ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di ritel modern untuk komoditas gula sebesar Rp12.500 per kilogram (kg), minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter, dan daging beku dengan harga maksimal Rp80.000 per kg.

Kemudian, kesepakatan antara Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), masing-masing dengan BULOG, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), dan ADDI.

Dalam MoU IKAPPI dan APPSI dengan BULOG, dijelaskan harga jual eceran maksimal di pedagang pasar rakyat untuk komoditi beras Rp9.500 per kg, gula Rp12.500 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter, bawang merah Rp32.000 per kg, dan bawang putih Rp30.000 per kg.

"Penurunan harga di pasar tradisional tidak drastis, karena masih ada stok lama. Perputaran di pedagang pasar itu tidak selancar ritel," tutur Enggartiasto.

Kesepakatan antara pedagang pasar dengan pemasok tersebut, dinilai mampu memotong mata rantai distribusi bahan pokok. Pedagang pasar tradisional akan mendapatkan akses langsung dari produsen, sehingga harga barang yang akan dijual bisa setara dengan harga-harga produk ritel modern.

Selain itu, masing-masing pihak juga diharuskan melaporkan pendistribusian bapok sesuai kesepakatan pada setiap bulannya kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag melalui Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA