Apa Risiko Gesek Ulang Kartu Kredit & Debit di Kasir?

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 07 Sep 2017 15:58 WIB
penggesekan ganda kartu
Apa Risiko Gesek Ulang Kartu Kredit & Debit di Kasir?
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggunaan transaksi nontunai berpotensi terjadi fraud atau penyalahgunaan data nasabah. Namun demikian, masyarakat sebagai pemilik kartu kredit dan kartu debit bank berhak menolak dua kali penggesekan kartu di mesin electronic data capture (EDC) dan cash register di merchant.

Anda pasti pernah mengalami transaksi double swipe atau penggesekan kartu sebanyak dua kali di EDC dan mesin kasir. Kondisi ini tidak disarankan karena terkait isu keamanan data dan informasi nasabah.

"Masyarakat diimbau untuk menolak kalau kartu tersebut di swipe dua kali, yaitu saat sekali di EDC dan kedua cash register. Nah, yang keduanya ini enggak boleh di cash register," tegas Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, dikutip dalam program Metro Bisnis, Kamis 7 September 2017.




Di sisi lain, Pakar IT Ruby Alamsyah pun mempraktekkan seberapa mudah data nasabah bisa digandakan.

"Anggap lah komputer kita ini adalah mesin kasir, saat kasir melakukan double swipe, atau pun gesek yang kedua kali. Ketika digesek itu, nomor kartu kredit, nama pengguna kartu kredit, expired kartu kredit, itu semua terbaca secara detail," jelas Ruby.

Sehingga, tambah dia, data seluruh kartu kredit dan kartu debit milik nasabah akan terbaca semua. Adapun saat merchant melakukan gesek kedua kali, mereka akan menyimpan data-data privasi nasabah di komputer atau di server mereka.

"Tugas mereka lah yang benar-benar mengamankan data ini. Apakah mereka bisa sesuai standar yang diperbankan atau tidak," tutur dia.

Oleh karena itu, berbagai langkah diambil untuk menghentikan praktik double swipe di Indonesia, Bank Indonesia (BI) secara tegas meminta bank atau lembaga pemroses transaksi untuk memutus kerja sama dengan merchant yang masih nakal.

 


(AHL)