Tarif Penerbangan Diupayakan Turun Pekan Ini

   •    Rabu, 13 Feb 2019 19:19 WIB
bisnis maskapaiTarif Tiket Pesawat
Tarif Penerbangan Diupayakan Turun Pekan Ini
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengupayakan penurunan tarif penerbangan dapat terjadi pada pertengahan Februari 2019.

"Ya diusahakan minggu ini," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 13 Februari 2019.

Ia akan bertemu dengan manajemen perusahaan penerbangan termasuk Garuda Indonesia untuk mencari jalan keluar supaya tarifnya lebih bisa diterima masyarakat. Menhub menyebutkan kenaikan tarif penerbangan terjadi pada awal 2019 dibanding 2018 sebesar 10-20 persen.

"Kalau dibahas naiknya itu 10-20 persen, kalaupun naik, ini menyangkut korporasi, kita enggak boleh intervensi. Biar mereka yang kalkulasi," katanya.

Mengenai harga avtur, Menhub mengatakan kontribusi BBM dalam tarif penerbangan sekitar 25-40 persen. Ia mengatakan terkait harga avtur dan Angkasa Pura, hal itu merupakan kewenangan Kementerian BUMN.

"Nanti tanya Bu Rini. Kan Bu Rini yang handle. Kalau saya sebagai regulator tidak mengatur hal-hal itu," tegasnya.

Baca juga: Kemenhub Panggil Maskapai Penerbangan Kaji Harga Tiket

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani sebelumnya mengatakan sektor pariwisata Indonesia terganggu kinerjanya karena masalah melambungnya harga tiket pesawat.

Hal itu, kata dia, dipicu karena dihapuskannya harga tiket kelas promo menjadi harga normal sehingga kenaikan rata-rata harga tiket mencapai 40 persen.

"Lalu ditambah dengan sejumlah maskapai yang mengenakan kebijakan bagasi berbayar. Ini menjadikan harga tiket maskapai asing justru lebih murah," tambah dia.

Pada kesempatan itu Haryadi berharap peran pemerintah untuk mengatasi monopoli Pertamina dalam menjual avtur. "Selain itu dengan bergabungnya Sriwijaya Air ke kelompok Garuda dan
Citilink menjadikan di Indonesia hanya ada dua kelompok penerbangan yakni kelompok Garuda dan kelompok Lion Air sehingga mengarah pada terjadinya kartel," ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah dapat mengatasi persoalan-persoalan di dunia pariwisata sehingga pariwisata Indonesia akan bisa berdaya saing tinggi.

 


(AHL)