Remitansi Indonesia Kalah dari Filipina

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 14 Dec 2018 20:08 WIB
Remitansi
Remitansi Indonesia Kalah dari Filipina
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Surabaya: Bank Indonesia (BI) menyebut total uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke dalam negeri masih lebih kecil dibandingkan dengan negara lain. Bahkan total remitansi Indonesia dalam setahun kalah dibandingkan dengan Filipina.

"Kita malu, Filipina dia negara kecil itu remitansinya USD24 miliar setahun, kita hanya USD8,8 miliar setahun," kata Deputi Gubernur BI Sugeng dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2018, di Grand City Surabaya, Jumat, 14 Desember 2018.

Menurut dia, tingkat inklusi dari para TKI di luar negeri yang rendah menjadi alasan kecilnya nilai remitansi. Kepemilikan rekening bank oleh para TKI kurang dari 50 persen, padahal di negara ASEAN lainnya sudah sekitar 80 persen.

"Salah satunya karena tingkat inklusi keuangan kita masih lebih rendah dari neara lainnya. Saat ini, tingkat inklusi di Indonesia saat ini baru 49 persen, Thailand itu sudah 82 persen, Malaysia 85 persen, Singapura bahkan sudah 98 persen," jelas dia.

Dirinya menambahkan, 62 persen dari dana yang masuk ke Indonesia sudah dilakukan dengan nontunai. Sayangnya mayoritas dana masih dititipkan kepada pihak ketiga sehingga rawan disalahgunakan untuk praktik yang tidak benar.

"Banyak yang dilakukan melalui titip ke orang yang dipercaya. Ke depan harus dipikirkan adalah jangan sampai ini nanti dimasuki praktik yang tidak benar, pencucian uang atau untuk membiayai terorisme," pungkasnya.

Sugeng berharap jumlah remitansi Indonesia harusnya bisa lebih besar lagi ke depannya. Hal ini bisa membantu memperbaiki defisit transaksi berjalan (CAD) dengan memperbaiki transaksi modal dan finansial.

 
(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA