Kemenkop UKM Dorong Pemerataan Ekonomi melalui Koperasi

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 15 Oct 2018 12:39 WIB
Berita Kemenkop UKM
Kemenkop UKM Dorong Pemerataan Ekonomi melalui Koperasi
Sekretaris Kemenkop UKM Meliadi Sembiring bersama Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diany menyerahkan program bantuan Kemenkop dan UKM, pada Peringatan Hari Koperasi tingkat Daerah Kota Tangerang Selatan. Pamulang, Minggu, 14 Oktober 2018 (Foto:Dok

Jakarta: Kestabilan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil pada angka 5 persen. Diharapkan, seluruh masyarakat merasakan efek pertumbuhan ekonomi tersebut.

Menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Meliadi Sembiring, salah satu cara untuk mewujudkan pemerataan ekonomi adalah melalui koperasi.

"Pertumbuhan ekonomi berada pada level 5 persen, sudah cukup bagus. Pertanyaan berikutnya, sudahkah merata. Tentunya ini tugas koperasi dan UKM yang punya peran strategis untuk pemerataan ekonomi," kata Meliadi, pada peringatan Hari Koperasi Daerah (Harkopda) ke-71 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dikutip keterangan tertulis, Senin, 15 Oktober 2018.

Meliadi menjelaskan, saat ini pemerintah fokus melakukan pemberdayaan koperasi. Langkah itu diambil untuk meningkatkan kualitas, bukan kuantitas koperasi.

"Sebanyak 40.103 koperasi yang dibubarkan. Kita melakukan pembenahan database. Sejak dahulu, koperasi itu sudah tidak aktif. Dari keseluruhan jumlah koperasi sebanyak 212.570 unit koperasi pada 2014, saat ini berkurang menjadi 152.714 koperasi," ujar Meliadi.

Meliadi mengungkapkan, upaya tersebut berdampak baik terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Berdasarkan data Kemenkop UKM dan Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi koperasi terhadap PDB tahun 2017 sebesar 4,48 persen.

Angka tersebut meningkat cukup tinggi jika dibandingkan tahun 2014, yaitu 1,71 persen dan 3,99 persen pada 2016. "Kontribusi koperasi sangat nyata," ujarnya.

Meliadi juga menyoroti koperasi di Tangsel. Berdasarkan data yang disampaikan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, jumlah koperasi aktif sebanyak 230 unit.

Dia berharap, seluruh koperasi aktif di Tangsel menjalankan Program Satu Koperasi Seribu Anggota UKM (Serbuk), sehingga dapat mendorong perekonomian Tangsel.

"Dari 230 koperasi aktif, kita harus fokus. Lalu dikalikan seribu anggota UKM, maka menjadi 230 ribu UKM yang terbina oleh koperasi. Sebanyak 230 ribu UKM bisa mendorong perekonomian masyarakat Tangsel," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menyebutkan, setidaknya ada tiga permasalahan utama sektor koperasi, yaitu permodalan, akses keterampilan, dan pemasaran.

"Harus menjadi fokus kita semua. Kami sebagai fasilitator dan katalisator tentu berharap akses pembiayaan seperti LPDB biasa terus didorong di Tangsel. Kami di Tangsel juga membuat BPR Syariah. Targetnya seluruh koperasi dan pelaku usaha Tangsel sudah punya sertifikat, sehingga tidak lagi mengalami kendala permodalan," kata Airin.

Perayaan Harkopda ke-71 di Kota Tangsel dimeriahkan oleh karnaval dan pawai budaya masyarakat Kota Tangsel. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Dr Tabrani, Plt Kepada Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Drg Dahlia Nada, Ketua Dekopinda Kota Tangsel H Dudung, Kapolres Tangsel serta jajaran camat se-kota Tangsel.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Kemenkop UKM Meliadi Sembiring didampingi Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany memberikan sejumlah penghargaan kepada koperasi jenis KSP dan Pembiayaan Syariah, pelaku usaha mikro dan kecil. Selain itu, dilakukan juga penyerahan sertifikat HAKI kepada tiga pelaku usaha yang terdiri atas satu pelaku seni tari dan dua desain batik, serta penghargaan NIK kepada tiga Koperasi.


(ROS)

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA