Kuartal I-2018

Waskita Karya Cetak Laba Terbesar dari 6 BUMN Karya

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 07 Jun 2018 11:05 WIB
bumnwaskita karyakementerian bumn
Waskita Karya Cetak Laba Terbesar dari 6 BUMN Karya
Kantor Kementerian BUMN (Foto: dokumentasi Setkab)

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan BUMN Karya yang mencetak laba bersih terbesar pada kuartal I-2018 dibandingkan dengan perolehan laba di enam perusahaan BUMN Karya lainnya. Kementerian BUMN berharap BUMN Karya terus tumbuh maksimal di masa mendatang.

Pada kuartal I-2018, Waskita Karya membukukan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun dengan pendapatan usaha naik sebanyak 68,56 persen menjadi Rp12,3 triliun jika dibandingkan dengan kuartal I-2017. Pertumbuhan tersebut dapat terjadi seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengungkapkan pihaknya terus mengawasi seluruh perusahaan pelat merah agar dapat selalu menjaga kesehatan perusahaan. Hal ini sejalan dengan keenam perusahaan BUMN Karya yang diberikan tugas untuk membangun infrastruktur dari pemerintah.

"Kementerian BUMN terus mengawal agar perusahaan negara bisa menjalankan dan menyelesaikan sebaik mungkin amanat pembangunan infrastruktur yang telah diberikan. Sekaligus menjaga agar kesehatan perusahaan tetap terjaga," kata Ahmad Bambang, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.



Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal I-2017, pendapatan usaha Hutama Karya naik 110 persen menjadi Rp4,8 triliun dan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp200 miliar. Pendapatan usaha Wijaya Karya dan Adhi Karya masing-masing sebesar Rp6,2 triliun dan Rp3,1 triliun atau meningkat 64 persen dan 92,8 persen.

Hingga 31 Maret 2018, keduanya berhasil membukukan laba bersih masing-masing sebesar Rp215 miliar dan Rp73 miliar. Sementara PTPP mencatatkan pendapatan Rp3,6 triliun atau naik 26 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Laba bersih PTPP naik sebanyak 26 persen menjadi Rp204 miliar. Sedangkan Jasa Marga tercatat pendapatannya naik sebanyak 92,8 persen atau menjadi Rp9,6 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp560 miliar. Adapun rata-rata pertumbuhan aset keenam BUMN tersebut berada diangka 55,98 persen.



"Pertumbuhan aset tersebut didukung oleh pertumbuhan liabilitas yang rata-ratanya sebesar 72,77 persen," tuturnya.

Sedangkan ekuitas Hutama Karya naik menjadi Rp8,7 triliun dibandingkan dengan capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp7,6 triliun. Ekuitas Waskita naik menjadi Rp 24,4 triliun dibandingkan dengan capaian periode sama tahun lalu yang sebesar Rp20,2 triliun. Sementara WIKA naik menjadi Rp14,7 triliun dibandingkan dengan kuartal I-2017 sebesar Rp12,7 triliun.

Sedangkan dengan ADHI, PTPP, dan Jasa Marga hingga 31 Maret 2018, ketiganya membukukan ekuitas sebesar Rp5,9 triliun, Rp14,6 triliun, dan Rp18,9 triliun. Ahmad Bambang menambahkan Kementerian BUMN terus mengawasi dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada baik tagihan dana talangan maupun alternatif pendanaan.

"Salah satu yang sudah kami lakukan adalah fasilitas pendanaan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) ruas tol Waskita Karya dan Jasa Marga, serta mengupayakan pembayaran proyek infrastruktur LRT Palembang yang ditalangi Waskita Karya selaku kontraktor," tutup dia.

 


(ABD)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

10 hours Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA