Antisipasi Perang Dagang

Pemerintah Beri Kemudahan ke Industri Kayu hingga Serbuk Karet

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Jul 2018 15:20 WIB
eksporkementerian perindustrianPerang dagang
Pemerintah Beri Kemudahan ke Industri Kayu hingga Serbuk Karet
Pekerja mengamplas produk berbahan dasar kayu di salah satu pusat mebel kawasan Pondok Bambu. (FOTO: MI/Immanuel Antonius)

Jakarta: Pemerintah berencana mengerek ekspor demi mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia. Peningkatan ekspor ini dilakukan guna meredam perang dagang AS dan Tiongkok.

Rencananya, pemerintah akan menanggung seluruh subsidi Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dengan demikian, industri eskpor kayu akan semakin meningkat pada masa mendatang.

"Insentifnya SVLK, subsidi ditanggung oleh pemerintah kepada pelaku IKM. Semuanya akan kita (pemerintah) tanggung," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Tak hanya industri kayu, lanjut dia, pemerintah juga mengusulkan untuk memberikan kemudahan bagi industri furnitur. Tujuannya masih tetap sama, agar bisa meningkatkan industri IKM di sektor furnitur.

"Tadi saya minta impor, sample tidak perlu lewat karantina, karena sample kadang ada kulitnya yang lain. Nantinya industri itu buat produksi bisa lebih cepat dan baik. Itu yang diinginkan," tegas Politikus Golkar ini.

Selain itu Airlangga juga meminta penggunaan crumb rubber (serbuk karet) untuk bahan aspal diberi insentif khusus. Pencampuran crumb rubber diyakini bisa menyustkan ketergantungan impor Indonesia untuk membangun jalan aspal.

"Untuk daerah Bengkulu akan kita dorong crumb rubber untuk dicampur di aspal. Akhirnya nanti, penggunaan crumb rubber akan mengalami peningkatan," pungkas Airlangga.

 


(AHL)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

6 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA