BTN Catat Kredit Tumbuh 19,14% di Semester I-2018

   •    Kamis, 19 Jul 2018 08:31 WIB
btn
BTN Catat Kredit Tumbuh 19,14% di Semester I-2018
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mencatat penyaluran kredit tumbuh sebanyak 19,14 persen secara tahunan di tengah sentimen kenaikan suku bunga kredit. BTN berharap kondisi ini bisa terus menguat di masa-masa mendatang sejalan dengan upaya terus menerus menekan risiko.

Direktur Utama BTN Maryono menyebutkan total nilai kredit BTN mencapai Rp211,35 triliun atau meningkat dibandingkan semester I-2017 yang sebesar Rp177,40 triliun. Pendongkrak utama kredit BTN adalah kredit perumahan yang tumbuh 19,76 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp191,30 triliun.

"KPR subsidi dan non-subsidi yang memiliki porsi lebih dari 73,5 persen dari total kredit keseluruhan masih menjadi penggerak utama laju pertumbuhan kredit BTN," kata Maryono, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

KPR subsidi tumbuh paling tinggi atau sebesar 30,26 persen (yoy) menjadi Rp83,36 triliun, sementara KPR non-subsidi tumbuh 13,4 persen (yoy). BTN juga menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47 persen dan menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR subsidi sebesar 94,12 persen.

Pada sektor kredit konstruksi perumahan, Maryono menambahkan, BTN telah mampu mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,03 persen (yoy) atau sebesar Rp27,60 triliun yang mengalir untuk para pengembang perumahan.

Sementara itu, untuk kredit non-perumahan, BTN merealisasikan pertumbuhan kredit sebesar 13,49 persen (yoy) menjadi Rp20,05 triliun dengan kontribusi terbesar dari kredit komersial sebesar Rp15,49 triliun sedangkan kredit konsumer Rp4,5 triliun per Juni 2018.

"Semester kedua kami akan terus menggenjot kredit perumahan untuk mengejar target kredit kami tahun ini yang diharapkan dapat tumbuh di atas 20 persen," kata Maryono.

Untuk menjaga laju pertumbuhan kredit, BTN terus memupuk Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada semester I-2018, DPK BTN menembus Rp189,63 triliun atau naik 19,17 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada struktur pendanaan giro dan tabungan masing-masing mencapai Rp48,63 triliun dan Rp39,46 triliun dengan pertumbuhan masing-masing 16,55 persen (yoy) dan 19,44 persen (yoy). Raup Laba BTN juga tercatat mampu membukukan laba bersih Rp1,42 triliun di semester I-2018 atau naik 12,01 persen secara tahunan (yoy).

Langkah yang ditempuh sebagai strategi BTN untuk mendongkrak laba adalah dengan menebalkan margin bunga. Laba BTN tersebut didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang melaju 12,98 persen (yoy) menjadi Rp4,77 triliun.

"Seiring dengan pertumbuhan laba, aset BTN melejit 19,63 persen (yoy) dibandingkan semester I-2017 lalu menjadi sebesar Rp268,04 triliun atau menempati lima besar bank dengan aset terbesar di Indonesia," pungkas Maryono.


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA