Kiprah 'Penenggelaman' Susi Pudjiastuti Selama jadi Menteri KKP

   •    Rabu, 17 May 2017 13:07 WIB
susi pudjiastutirehat
Kiprah 'Penenggelaman' Susi Pudjiastuti Selama jadi Menteri KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

DALAM sebuah diskusi mengenai Masa Depan Kelautan di Washington, Amerika Serikat, Kamis 11 Mei, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, 52, dipuji sekaligus diperkenalkan pada forum oleh pembawa acara sebagai rockstar.

Dalam acara itu dirinya juga menerima penghargaan 2017 Excellence in National Stewardship, dalam ajang Peter Benchley Ocean Awards yang telah diumumkan pada pertengahan Februari lalu. Peter Benchley Ocean Awards menilainya agresif dalam melindungi kepentingan ekonomi dan lingkungan kelautan bangsa Indonesia.

Inilah yang membuat sosok Susi dinilai berhasil memimpin kementerian dan menjadi pemegang kunci perekonomian maritim serta konservasi wilayah laut Indonesia.

Dalam kesempatan itu, dia kemudian bercerita kiprahnya selama bekerja di kementerian yang dipimpinnya sejak Oktober 2014. Sejak saat itu hingga kini, Susi telah memerintahkan penenggelaman setidaknya 380 kapal. Kapal-kapal itu telah terbukti melakukan praktik pencurian ikan.

Di depan hadirin termasuk Senator AS Sheldon Whitehouse, pemimpin Kaukus Kelautan Senat AS, ia secara gamblang menjelaskan persoalan-persoalan dalam praktik pencurian ikan dan meminta bantuan. Bantuan yang dia harapkan untuk menutupi kekurangan pemerintah Indonesia dalam memerangi pencurian ikan di saat ini.

Baca: Menteri Susi Raih Penghargaan Maritim Tertinggi di Dunia

Dia secara blak-blakan mengungkapkan pemerintah membutuhkan satelit monitor untuk meningkatkan kapasitas pengawasan laut. Apa yang diucapkan itu bertujuan untuk mendukung upaya penangkapan kapal-kapal asing pencuri ikan.

Meski mengungkapkan pihak Indonesia masih membutuhkan Indonesia, Susi tidak bisa menjanjikan keistimewaan terhadap kapal-kapal Amerika Serikat. Untuk berbagai hal yang telah diungkapkan Susi, Senator Whitehouse kemudian mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja Susi menjaga lautan. Dia mengatakan demikian, "Anda telah menenggelamkan kapal dengan jumlah yang bahkan jauh lebih banyak daripada Angkatan Laut Amerika Serikat."

Tidak disukai

Meski Susi banyak menerima pujian dan bahkan penghargaan dari luar negeri, tidak serta merta di dalam negeri kebijakannya disukai banyak orang. Ada pihak yang menilai apa yang dilakukan Susi, yakni menenggelamkan kapal bisa dilakukan oleh orang bodoh.

Kisah itu Susi ceritakan dalam simposium kepemimpinan global tentang masa depan kelautan yang diselenggarakan The Pew Charitable Trust. Susi bertutur, dia tidak ingin menjawab cibiran itu secara frontal meskipun dia tahu persis apa tidak semua yang dilakukannya mendapatkan sambutan positif.

Dia curiga pada pihak-pihak yang dirugikan karena kebijakan yang diambilnya. Menurut Susi, menjadi orang bodoh saja tidak cukup untuk bisa menggerakkan TNI-AL beserta instansi terkait untuk meledakkan kapal pencuri ikan. "Orang bodoh ini harus jadi menteri dulu supaya bisa meledakkan kapal," kata dia. (Media Indonesia)

 


(AHL)