Mahasiswa STAN Antusias Hadiri Kuliah Umum Sri Mulyani

Desi Angriani    •    Senin, 17 Apr 2017 11:29 WIB
sri mulyani
Mahasiswa STAN Antusias Hadiri Kuliah Umum Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat datang ke Kampus STAN pada Senin 17 April 2017. MTVN/Desi Anggriani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Jutaan mahasiswa Politeknik Keuangan Negara, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) antusias menghadiri kuliah umum Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Senin 17 April 2017.

Sri memberikan kuliah umum bertema "APBN yang Sehat dan Kredibel untuk Kesejahteraan Rakyat" di Aula Gedung G Politeknik Jakarta. Namun acara tersebut disiarkan secara streaming dan disaksikan ratusan ribu mahasiswa di kampus-kampus STAN seluruh Indonesia.

Sri Mulyani tampak mengenakan  batik abu-abu dan tiba di lokasi pada pukul 08.30 WIB. Kehadirannya langsung disambut tepuk riuh mahasiswa dan dosen. Para mahasiswa juga kompak mengenakan seragam putih hitam dalam acara itu.

Setiap sesi, Sri selalu bisa menarik perhatian dan mengundang tawa mahasiswa. Sejumlah guyonan dilontarkan Sri agar mahasiswa tak bosan mendengarkan kuliah umum bertajuk pengelolaan keuangan negara itu. 

Sri berpesan mahasiswa STAN harus peduli terhadap Indonesia dan mengabdi terhadap negara. Mereka diminta menuntut ilmu setinggi-tingginya dan menjauhi tabuat korupsi.

"Isi waktu Anda secara bijaksana dan baik belajar untuk membentuk manusia paripurna dan berguna bagi bangsa," kata Sri.

Sri pun bercanda akan kehausannya menuntut ilmu. Namun Sri mengaku lebih haus lagi karena sudah berbicara  lebih dari dua jam di atas panggung.

"Kalian harus haus, haus dan haus mencari ilmu. Saya juga haus dari tadi ngomong terus," imbuhnya disambut tawa.

Dia mengaku, Kampus STAN merupakan satu-satunya kampus yang ingin didatanginya sendiri. Bila kelak pensiun, Sri ingin mengabdi sebagai tenaga pengajar di tempat tersebut.

"Saya sering diminta Tapi ini di mana satu-satunya kampus yang saya minta untuk hadir, bukan diminta hadir. Karena ini merupakan kampus yang mendidik orang-orang penting yang bakal menentukan bangsa. Dan mungkin nanti saya akan ngajar di sini," terangnya.


(SAW)