Klaim Asuransi Bermasalah, Nasabah Diharap Lapor ke Badan Mediasi dan Arbitrase

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 30 Sep 2017 21:08 WIB
asuransiallianz
Klaim Asuransi Bermasalah, Nasabah Diharap Lapor ke Badan Mediasi dan Arbitrase
Ketua Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia, Frans Lamury (kedua kiri). (Foto: MTVN/Whisnu Mardiansyah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Masalah klaim asuransi terhadap nasabah kerap terjadi. Nasabah yang merasa janggal terhadap klaim asuransi diharap segera melapor ke Badan Mediasi dan Arbitrasi Asuransi.

Ketua Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia, Frans Lamury, mengatakan sengketa antara nasabah dan perusaahan asuransi tidak harus diselesaikan ke penegak hukum. Dalam hal ini, ada tiga tahapan penyelesaian masalah.

"Pertama kami usahakan selesaikan sengketa nasabah dan asuransi," kata Frans dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu 30 September 2017.

Jika tahap pertama gagal, maka mulai diupayakan tahap mediasi. Mempertemukan kedua belah pihak antara nasabah dan perusahaan asuransi.

(Baca juga: YLKI: Kasus Klaim Asuransi Allianz Harus Diusut Tuntas)

Jika tahap mediasi masih belum menemui titik temu, maka diambil jalan akhir melalui proses ajudikasi. Pihak yang bersengketa antara nasabah dan perusahaan sepakat meminta pihak ketiga untuk menjatuhkan keputusan.

Frans memastikan jika laporan sengketa asuransi antara nasabah dan perusaahan gratis. Dengan catatan jumlah nominal yang diasuransikan Rp500 juta untuk asuransi jiwa dan Rp750 juta untuk asuransi umum.

"Kalau jumlahnya lebih dari itu kami akan lakukan arbitrase," ujarnya.

(Baca juga: Masyarakat Diimbau Cermat Memilih Asuransi)

Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling, dan Manajer Claim PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Yuliana Firmansyah, ditetapkan sebagai tersangka. Dalam waktu dekat keduanya akan diperiksa.

Kuasa hukum pihak pelapor, Alvin Lim mengatakan, kliennya yang bernama Ifranius Algadri telah melaporkan Joachim dan Yuliana. Ifranius merasa dipersulit saat meminta klaim biaya perawatan rumah sakit.

Alvin menjelaskan, pihak Allianz selalu meminta catatan medis lengkap dari rumah sakit sebagai syarat untuk mencairkan atau klaim. Padahal, rumah sakit tidak pernah memperkenankan memberi catatan medis lengkap karena melanggar Permenkes No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.

Laporan terhadap, Joachim Wessling dan Yuliana Firmansyah tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017 tentang diduga tindak pidana di bidang perlindungan konsumen dan Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 18 April 2017.


(HUS)