Impor Bahan Pokok Naik untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 15 Jun 2017 15:57 WIB
imporbps
Impor Bahan Pokok Naik untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran
Gedung BPS (MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang kebutuhan pangan untuk Ramadan dan Lebaran mengalami kenaikan pada bulan lalu. Meski tak memberi dampak signifikan bagi total impor, namun secara nilai beberapa komoditas mengalami kenaikan.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Saibi Hasbullah mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan impor di antaranya adalah daging, bawang putih, bawang merah, sayur mayur, hingga gandum. Rata-rata impor barang komoditas tersebut datang dari Tiongkok.

"Daging itu selama Mei kita impor USD37 juta. Kalau ditanya berapa persen itu tinggal dibagi total ekspor. Kemudian bawang putih itu USD61 juta. Jadi cukup lumayan artinya besarannya tapi kalau presentase dari impor itu relatif kecil," kata dia, di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Kamis 15 Juni 2017.

Secara total, nilai impor Indonesia Mei 2017 mencapai USD13,82 miliar atau naik 15,67 persen dibandingkan dengan April 2017. Namun jika dibandingkan dengan Mei 2016 meningkat 24,03 persen. Impor nonmigas Mei 2017 mencapai USD12,00 miliar atau naik 16,49 persen dibanding April 2017, namun jika dibanding Mei 2016 meningkat 26,65 persen.

Peningkatan impor nonmigas terbesar Mei 2017 dibanding April 2017 adalah golongan mesin dan peralatan mekanik USD274,6 juta atau 17,64 persen, sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung USD58,4 juta atau 54,02 persen.  

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2017 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai USD13,67 miliar atau 26,12 persen, Jepang USD5,82 miliar atau 11,12 persen, dan Thailand USD3,77 miliar atau 7,21 persen. Impor nonmigas dari ASEAN 20,77 persen, sementara dari Uni Eropa 9,21 persen.

Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari-Mei 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 11,78 persen, 17,63 persen, dan 9,13 persen.


(ABD)