Kementerian PUPR Bangun 49 Bendungan Baru

   •    Rabu, 19 Apr 2017 18:38 WIB
bendungan
Kementerian PUPR Bangun 49 Bendungan Baru
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. (MTVN/Husen Miftahudin).

Metrotvnews.com, Makassar: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan Rabu, 19 April 2017. Bendungan tersebut diharapkan bisa digunakan 2018.

Basuki menjelaskan, saat ini waktunya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Termasuk pembangunan bendungan, karena akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

"Pengalihan aliran sungai itu merupakan langkah pertama pengerjaan Bendungan Passeloreng. Pembangunan bendungan ini cukup cepat dibanding pengerjaan salah satu bendungan di daerah lain yang progresnya hanya 12 persen," kata Basuki dikutip dari Antara, Rabu 19 April 2017. 

Ia membeberkan, progres pembangunan Passeloreng sudah 53 persen. Jika progresnya terus seperti ini, Basuki optimistis pembangunanya bisa selesai pada 2018 atau lebih cepat setahun dari target yang ditentukan.

"Tahun depan akan dibangun 49 bendungan baru di seluruh tanah air. Salah satunya adalah Bendungan Pamukkulu yang terletak di Kabupaten Takalar," ungkapnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang-Pompengan, Agus Setiawan menjelaskan, pembangunan Bendungan Passeloreng dimulai sejak 2016 lalu, dilaksanakan secara multiyears. Proyek ini sudah dikerjakan sekitar 1,5 tahun. Progres pembangunan hingga saat ini sudah sekitar 45 persen, dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan Bumi Karsa.

"Total anggaran pembangunan berkisar Rp701 miliar. Sementara yang sudah terserap atau digunakan hingga saat ini sekitar Rp300 miliar," urainya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pembangunan bendungan Passeloreng akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Selain sebagai pengendali banjir, bendungan itu juga akan menjadi penyedia air baku dengan kapasitas tampungan sekitar 138 juta meter kubik dengan tinggi bendungan 44,5 meter.

"Saat ini, juga masih dilakukan pengusulan review RTRW terkait kawasan hutan sebagai bagian dari tahapan proses pelepasan kawasan hutan. Kita masih menunggu peninjauan tim terpadu yang berencana datang 27 April," pungkas Syahrul. 


(SAW)