Dishub Ajak Investor Provinsi Sulawesi Tenggara Kelola Pelabuhan

   •    Senin, 17 Jul 2017 19:20 WIB
pelabuhan
Dishub Ajak Investor Provinsi Sulawesi Tenggara Kelola Pelabuhan
Pelabuhan. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Kendari: Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara mengajak investor swasta untuk bersama-sama mengelola kawasan pelabuhan strategis di daerah tersebut.

Kadis Perhubungan Sultra Hado Hasina mengatakan, kawasan pelabuhan dapat menjadi sumber pendapatan kalau pengelolaannya berbasis ekonomi.

"Kawasan pelabuhan terkesan mubazir kalau hanya jadi lokasi bersandarnya kapal penumpang dan barang. Jika dikembangkan dapat menjadi sumber pemasukan bagi daerah," kata Hado dikutip dari Antara, Senin 17 Juli 2017.

Selain kawasan pelabuhan, Dishub Sultra bersama pemerintah kabupaten/kota juga mengoptimalkan pengelolaan 11 terminal.

"Sarana pendukung terminal, baik terminal transportasi angkutan darat dan penyeberangan/laut masih minim sehingga penumpang tidak nyaman. Kewajiban pemerintah untuk melakukan pembenahan," kata Hado.

Jika sarana prasarana terminal memadai dan penumpang merasa nyaman maka dipastikan retribusi tidak akan mendapat protes dari publik karena merasa terlayani.

Ia memberi contoh, kamar mandi, toilet, ruang tunggu, kantin, harus nyaman sehingga calon penumpang yang menunggu keberangkatan tidak bosan. Konsep yang disepakati antara Dinas Perhubungan Sultra dengan Pemerintah kabupaten/kota dalam hal pengelolaan terminal adalah bagi hasil sebagai sumber pendapatan daerah setempat.

Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada mengapresiasi koordinasi yang baik antara Dinas Perhubungan Sultra dengan dinas perhubungan tingkat kabupaten/kota dalam hal pengelolaan terminal.

"Kita semua berharap birokrasi Dinas Perhubungan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terjalin baik sehingga pelayanan publik di sektor perhubungan berjalan optimal," kata Nursalam, politikus PDI Perjuangan.

Pola kerja antara Pemprov Sultra dengan Pemkab kabupaten/kota dalam hal pengelolaan terminal ataupun pelabuhan sebagai solusi mengatasi keterbatasan anggaran.


(SAW)