Infrastruktur jadi Kendala Pertumbuhan Usaha Nonpertanian Rendah

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 27 Apr 2017 15:22 WIB
sensusinfrastrukturbps
Infrastruktur jadi Kendala Pertumbuhan Usaha Nonpertanian Rendah
Kepala BPS Suhariyanto. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan rendahnya pertumbuhan usaha nonpertanian di Indonesia bagian timur karena infrastruktur di daerah tersebut masih sangat rendah dan kurang memadai.

Kepala BPS Ketjuk Suhariyanto mencatat pertumbuhan usaha nonpertanian masih didominasi di Indonesia? bagian barat yakni Pulau Sumatera dan Jawa dengan persentase sebesar 79,35 persen.

"Harus dibentuk infrastrukturnya. Orang merasa enggan untuk melakukan investasi di Indonesia timur karena infrastruktur?nya belum bagus," kata Ketjuk di Kantor BPS, Jalan dr. Sutopo, Jakarta, Kamis 27 April 2017.

Menurutnya, infrastruktur seperti pengadaan jalan dan listrik yang belum memadai itu menjadi kendala utama mengapa pertumbuhan usaha di Indonesia bagian timur masih sangat rendah.




"Karena kalau mau buka indutri di sana kalau mau malam bagaimana ya jadinya ya," ucap dia.

Jika infrastruktur tercukupi, tutur Ketjuk, baru lah aktivitas perekonomian bisa merambah ke Indonesia bagian timur. Termasuk juga pertumbuhan usaha nonpertanian.

"Jadi nanti kalau sudah terbangun semuanya infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, transportasi dan jembatan saya yakin aktivitas ekonomi di luar Jawa terutama di kawasan timur akan bergerak," jelas dia.

Dalam data Sensus Ekonomi 2016, sebaran usaha terkonsentrasi di kawasan barat Indonesia yakni di Pulau Sumatera dan Jawa sebanyak 78,35 persen dari total usaha 26,71 juta. Selebihnya berada di kawasan Timur Indonesia seperti Pulau Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua dengan jumlah usaha 8,09 persen dari total usaha.


(AHL)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA