Porsi e-Commerce Masih Kecil Dibanding Total Konsumsi

Suci Sedya Utami    •    Senin, 07 Aug 2017 17:55 WIB
e-commerce
Porsi e-Commerce Masih Kecil Dibanding Total Konsumsi
Belanja Online. MI/ARYA MANGGALA.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah bersikeras perubahan transaksi jual beli melalui online (e-commerce) tak menyebabkan konsumsi rumah tangga atau daya beli melambat bahkan menurun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan jika dilihat, pelaku e-commerce merupakan kelompok menengah ke atas yang jumlahnya 25,5 juta jiwa. Porsinya lebih kecil dari total penduduk kendati diakui potensi e-commerce sangat besar.

"Meski belum menunjukkan pasti berapa share-nya, tapi masih kecil dibanding total konsumsi. Kalau dilihar dari jumlah rumah tangga, enggak mungkin yang kelas bawah lakukan online," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin 7 Agustus 2017.

Lagi pula, kata Suhariyanto, jika menghitung konsumsi rumah tangga sebenarnya bisa dilihat dari sisi produksi dan distribusi. Yang mana biasanya produksi disesuaikan dengan distribusi atau penyerapan.

Umpamanya produksi 100 item, maka konsumsinya juga 100 item. Dengan adanya e-commerce mungkin saja yang awalnya dijual secara manual atau tatap langsung seluruhnya, kini 80 persen melalui tatap muka dan 20 persen yang lewat online.

"Namun itu masih bisa dikontrol dari sisi produksi, dengan memperhatikan konsumsi rumah tangga, daya beli masih bagus," ujar dia.

Lebih jauh, dia menambahkan, ke depannya perlu ada perhitungan dan pengumpulan data dengan melibatkan instansi lain. Hal ini karena BPS tak bisa bekerja sendiri untuk bisa mendeteksi data mengenai pergerakan e commerce.

"Kita harus duduk bareng. BPS enggak akan sanggup, saya enggak punya resources (SDM)," jelas dia.


(SAW)