Industri Ritel Harus Cermat Lihat Peluang

Rizkie Fauzian    •    Kamis, 08 Feb 2018 18:56 WIB
ritel
Industri Ritel Harus Cermat Lihat Peluang
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)

Jakarta: Industri ritel tengah menghadapi persoalan pelik, beberapa toko bahkan mulai menghentikan operasional gerainya. Menghadapi itu, perusahaan ritel diminta lebih cermat melihat peluang.

Head of Research Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia James Taylor mengatakan gaya hidup masyarakat saat ini menjadikan pusat perbelanjaan sebagai tujuan akhir pekan dan meeting point. Hal ini membuat ritel terutama yang berada di food & beverage harus lebih cermat melihat peluang.

"Ritel di F&B harus melihat peluang untuk dapat berkompetisi dengan ritel lain karena resto atau cafe saat ini tidak hanya dituntut untuk menyajikan makanan atau minuman lezat tapi juga harus mampu menyediakan fasilitas internet dan memiliki design interior unik sehingga ramai oleh pengunjung," katanya di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

Menurut James, tidak hanya ritel pemilik mal atau pusat perbelanjaan harus memiliki strategi yang baik untuk tetap ramai dikunjungi dan memiliki tingkat hunian yang baik. Tingkat serapan pada kuartal ini sangat terbatas disebabkan oleh tidak adanya tambahan pasokan baru. 

"Dan untuk tahun-tahun ke depan tingkat okupansi diperkirakan akan tetap tinggi dan stabil di angka 90 persen dengan harga sewa yang meningkat disetiap tahunnya," jelas James.

Sementara itu, Head of Retail JLL Cecilia Santoso mengatakan bahwa sektor food & beverage menjadi yang paling aktif sepanjang 2017. Bahkan pola ekspansi dari F&B tidak terbatas hanya sepanjang pusat perbelanjaan, namun juga berkembang di area residensial dan gedung perkantoran.

"Tingkat hunian yang masih stabil berada di 89 persen mengindikasikan bahwa tidak ada perubahan signifikan sepanjang tahun berjalan. Adanya diskusi mengenai belanja online yang mempengaruhi penjualan toko secara bertahap sudah diantisipasi oleh para pengembang pusat perbelanjaan premium untuk membuat komposisi tenant yang lebih menarik dan mampu menarik masyarakat untuk mengunjungi pusat perbelanjaan," pungkas dia.

 


(AHL)