Ekspor Barang Rajutan Bali ke Singapura Capai USD 1,27 Juta

   •    Minggu, 03 Dec 2017 09:54 WIB
ekspor
Ekspor Barang Rajutan Bali ke Singapura  Capai USD 1,27 Juta
Illustrasi (ANT/M Agung Rajasa).

Denpasar: Pasar Singapura menyerap paling banyak barang-barang rajutan dari Bali yang mencapai 22,41 persen dari total pengapalan senilai USD1,27 juta  selama September 2017.

"Barang-barang rajutan hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali banyak menembus pasaran luar negeri, setelah Singapura menyusul Amerika Serikat dengan porsi 19,87 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho dikutip dari Antara, Minggu, 3 Desember 2017.

Selain itu, tambahnya, ekspor barang rajutan Bali  juga diserap pasaran Hong Kong sebesar 18,79 persen, Australia 17,16 persen, Tiongkok 0,88 persen, Jepang 0,49 persen, Jerman 1,49 persen, Brasil 1,79 persen, Prancis 0,58 persen, dan Thailand 0,32 persen.

Sedangkan 16,24 persen sisanya diserap oleh berbagai negara lainnya di belahan dunia, mengingat barang rajutan dari Pulau Dewata itu sangat diminati konsumen mancanegara.

Adi Nugroho menambahkan, pengapalan barang-barang rajutan itu mampu menghasilkan devisa sebesar USD1,27 juta selama bulan September 2017, merosot USD242.912 atau 16,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mengumpulkan devisa sebesar USD1,51 juta.

Demikian pula dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya menurun USD21.159 atau 1,64 persen, karena September 2016 komoditas barang-barang rajutan itu mampu menghasilkan devisa sebesar USD1,29 juta.

Adi Nugroho menjelaskan, ekspor barang-barang rajutan itu mampu memberikan kontribusi sebesar 2,88 persen dari total ekspor Bali sebesar USD44,15 juta selama bulan September 2017, meningkat USD1,08 juta atau 2,51 persen dari bulan sebelumnya tercatat USD43,07 juta.

"Namun dibanding dengan bulan September 2016, perolehan tersebut meningkat USD3,64 juta, karena pada September tahun lalu hanya menghasilkan USD40,51 juta, " ujar Adi Nugroho.

Adi Nugroho menjelaskan, Bali pada bulan yang sama juga mengapalkan pakaian jadi bukan rajutan sebesar USD6,44 juta, meningkat USD1,23 juta atau 23,70 persen dibanding bulan sebelumnya hanya menghasilkan USD5,20 juta.

"Perolehan devisa itu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat USD2,13 juta atau 49,56 persen, karena September 2016 hanya mengantongi USD4,30 juta, " pungkas Adi Nugroho.


(SAW)