Memasuki Musim Tanam, Kementan Optimistis Swasembada Beras Berkelanjutan

M Studio    •    Minggu, 08 Oct 2017 11:19 WIB
berita kementan
Memasuki Musim Tanam, Kementan Optimistis Swasembada Beras Berkelanjutan
(Foto:Antara/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis Indonesia mampu menjaga swasembada beras secara berkelanjutan, karena akan segera memasuki musim tanam kembali pada Oktober 2017 hingga Maret 2018 (Okmar). Hal ini dikuatkan dengan turunnya hujan di sejumlah daerah.

"Berdasarkan laporan dari sejumlah daerah, sekarang sudah memasuki musim hujan. Artinya, petani siap menyemai benih dan mengolah tanah untuk tanam padi pada musim Okmar ini," ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi, di Jakarta.

Dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah provinsi mulai memasuki musim hujan di bulan Oktober-November. Misalnya, di Sumatera bagian selatan dan utara, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, wilayah Maluku bagian Tengah, serta Sulawesi.  Bahkan, menurut informasi di Cilacap, curah hujan tinggi sehingga terjadi banjir di beberapa wilayah di Cilacap (Cilacap Utara dan Cilacap Tengah).

Kementan, kata Suwandi, menargetkan luas tanam padi pada musim Okmar lebih tinggi lagi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. "Sentra padi utama antara lain di Provinsi Jatim, Jabar, Jateng, Sulsel, Lampung, Sumsel, Sumut, dan lainnya," urainya.

Sebagai informasi, luas tanam  padi pada musim Okmar 2016-2017 mencapai 9,35 juta hektare (ha). Luas tersebut, 596 ribu ha (6,8 persen) lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya 8,76 juta ha.

"Selanjutnya, berdasarkan data luas tanam padi Okmar 2016-2017 dan April-September (Asep) 2017, surplus lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, kami yakin produksi padi 2017 jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya dan mampu menjaga swasembada secara berkelanjutan. Tidak impor beras," ucap Suwandi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan ini menambahkan, hingga kini stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 1,52 juta ton. Sehingga, stok aman untuk memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan ke depan atau April 2018. Sementara, pada Februari hingga April, akan panen raya padi, sehingga penyerapan gabah akan meningkat.

Kementan diketahui sejak Januari 2016  hingga sekarang tidak mengeluarkan rekomendasi impor beras. Ketersediaan beras jauh di atas kebutuhan nasional. Sedàngkan, kekeringan dan serangan hama yang mengganggu produksi jauh di bawah batas toleransi sebesar 5 persen dari luas areal tanam.


(ROS)