Januari-Oktober 2017, BTN Salurkan 501.626 Unit Rumah

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 14 Nov 2017 19:31 WIB
btn
Januari-Oktober 2017, BTN Salurkan 501.626 Unit Rumah
Direktur Utama BTN Maryono. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menyalurkan kredit ke 501.626 unit rumah sepanjang Januari hingga Oktober 2017. Jumlah tersebut setara 75,32 persen dari total 660 ribu unit rumah yang ditargetkan perseroan bisa terbangun di tahun ini.

"Hingga Oktober 2017, sebagai wujud komitmen, perseroan telah merealisasikan 75,32 persen dari target penyaluran kredit dan dalam rangka Program Satu Juta Rumah," kata Direktur Utama BTN Maryono di Menara BTN, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Dia mengungkapkan, dari total 501.626 unit rumah, BTN telah menyalurkan pembiayaan rumah subsidi sekitar 346.925 unit rumah, atau setara Rp24,86 triliun. Untuk jenis rumah nonsubsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp30,84 triliun.

"Jumlah unit tersebut (501.626 unit rumah) setara penyaluran kredit senilai Rp55,7 triliun," ungkap Maryono.

Sepanjang tahun ini, BTN membidik penyaluran kredit perumahan untuk 660 ribu unit rumah. Hal itu dalam rangka mendukung program satu juta rumah yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Dengan rincian, pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah. Kemudian, penyaluran pembiayaan untuk jenis rumah nonsubsidi sebanyak 161.878 unit rumah.

Dalam program satu juta unit rumah, Maryono menyebutkan, perseroan melakukan berbagai relaksasi ketentuan kredit baik KPR maupun kredit konstruksi. Bank yang tengah menggelar transformasi digital ini juga terus meningkatkan kapasitas IT, menambah jaringan serta menambah jumlah dan kompetensi sumber daya manusia.

"Dalam menjalankan berbagai strategi tersebut, BTN juga tetap mengutamakan risk management dalam rangka mengimplementasikan good corporate governance (GCG)," pungkas Maryono.

Per September 2017, kredit dan pembiayaan BTN naik sebesar 19,95 persen atau naik dari Rp153,81 triliun pada kuartal III-2016 menjadi Rp184,5 triliun.

Kenaikan pinjaman perseroan disokong peningkatan kredit perumahan yang menempati porsi sebesar 90,61 persen dari total pinjaman. Per September 2017, kredit perumahan BTN tercatat naik 19,32 persen menjadi Rp167,16 triliun. Di segmen ini, Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi mencatatkan kenaikan paling tinggi atau sebesar 30,78 persen menjadi Rp68,34 triliun pada September 2017.

Dengan capaian tersebut, per September 2017, BTN menguasai 96,69 persen pangsa pasar KPR subsidi. Di samping itu, untuk KPR secara keseluruhan, BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 35,62 persen per Juni 2017.

Kredit konstruksi dan KPR non-subsidi pun mencetak pertumbuhan positif sebesar masing-masing 17,87 persen dan 12,59 persen. Kredit nonperumahan pun turut mencetak kinerja positif. Pada kuartal III-2017, kredit nonperumahan BTN naik 26,44 persen menjadi Rp17,33 triliun.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA