Kecukupan Modal Perbankan Masih Baik di Tengah Ancaman NPL

Eko Nordiansyah    •    Minggu, 16 Oct 2016 12:08 WIB
perbankan
Kecukupan Modal Perbankan Masih Baik di Tengah Ancaman NPL
lustrasi aktivitas perbankan. MI/Immanuel.

Metrotvnews.com, Bandung: Perbankan nasional tengah menghadapi masalah tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Hingga kuartal III rasio NPL perbankan nasional meningkat dari 3,1 persen menjadi 3,2 persen.

Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David Sumual mengatakan, melonjaknya NPL karena rendahnya pertumbuhan kredit perbankan. Saat ini pertumbuhan kredit di bank nasional hanya sebesar 6,8 persen.

"Pertumbuhan kredit baru 6,8 persen. Ini akibat dari ekonomi yang masih lesu serta pertumbuhan kredit di sektor pertambangan yang menurun meski ada kenaikan di kredit perdagangan," ujar David di kawasan Lembang, Jawa Barat, Minggu (16/10/2016).

Tingginya NPL, kata dia, berdampak juga pada laba bank-bank yang tergerus. Hal ini karena bank menyiapkan cadangan kerugian yang lebih tinggi untuk mengantisipasi peningkatan NPL.

Meskipun begitu, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) untuk tahun ini dinilai masih mencukupi. Dengan CAR sebesar 23,2 persen, kondisi permodalan bank di Indonesia lebih baik dibandingkan dengan CAR perbankan luar negeri yang hanya sekira 11 persen.

"Ini yang paling penting adalah perbankan belajar dari krisis. Sebab kalau dilihat dari krisis-krisis sebelumnya di 1997-1998 dan 2008-2009, CAR perbankan itu berada lebih rendah dari apa yang disyaratkan dalam Basel III atau paling tidak 15 persen," pungkas dia.





(SAW)