Indonesia Eximbank Bantu Daya Saing UMKM dalam e-Commerce

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 09 Oct 2018 15:44 WIB
IMF-World Bank
Indonesia Eximbank Bantu Daya Saing UMKM dalam e-Commerce
E-Commerce. MI/ARYA MANGGALA.

Nusa Dua: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berupaya terus mendukung eksportir Indonesia di pasar global. Saat ini prioritas pembiayaan dari LPEI adalah mempertahankan kemampuan industri padat karya, menumbuhkan multiplier effects ekonomi rakyat, dan mengembangkan jaringan (chanelling) bagi produk Indonesia di pasar ekspor.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Sinthya Roesly mengatakan pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait untuk memperkuat daya saing UKM berorientasi ekspor dalam e-commerce global. Misalnya saja dengan menciptakan strategi, memberikan dukungan, serta meningkatkan kesiapan untuk para pelaku usaha berorientasi ekspor dalam memasuki e-commerce global.

"Total penjualan tahunan berbasis e-commerce dari beberapa negara berkembang yang meliputi Brazil, India, Tiongkok, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki termasuk Indonesia diperkirakan akan mencapai USD3,5 triliun di tahun 2018," kata dia di Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

Melihat peluang dan potensi tersebut, lanjut Sinthya, salah satu bentuk dukungan Indonesia Eximbank di 2018 adalah dengan menginisiasi suatu program untuk membantu para pelaku usaha berorientasi ekspor/eksportir, yaitu Digital Handholding Program (DHP) yang diharapkan dapat membantu pelaku UMKM berorientasi ekspor.

"Untuk meningkatkan daya saing produk unggulannya di pasar global melalui pendampingan, pemberian fasilitas, dan pelatihan yang diberikan secara berkesinambungan.  Sehingga pelaku UMKM ekspor Indonesia akan mampu memasarkan, memperluas akses pasar, serta mempromosikan produknya di pasar global," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pentingnya kerja sama Selatan-Selatan ditandai dengan adanya ketegangan perdagangan dan ketidakstabilan pasar keuangan global. Pasar yang sedang berkembang mengalami perubahan yang signifikan seiring dengan berjalannya waktu sehingga perdagangan antar negara berkembang menjadi sangat penting.

"Dengan ketidakpastian pertumbuhan risiko dari hal-hal tidak terduga terkait pasar keuangan global, perjanjian perdagangan menjadi hal yang penting. Adanya perjanjian perdagangan mempengaruhi penurunan  tarif maupun non-tarif antar negara yang berpartisipasi dengan produk yang beragam," pungkasnya.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA