BTN Siap Ambil Alih Penyaluran Dana FLPP

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 05 Aug 2018 17:46 WIB
btn
BTN Siap Ambil Alih Penyaluran Dana FLPP
Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria. Dok : BTN.

Jakarta: Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengevaluasi penyaluran dana Falisitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP yang dianggap masih berjalan kurang cepat. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) pun siap menyalurkan dan melakukan take over (ambil alih) penyaluran FLPP.

Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria mengatakan perseron mengaku siap untuk mengambil alih kredit pemilikan rumah/KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP yang sebelumnya digarap bank lain.

"BTN siap, bila PPDPP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjuknya," kata Budi Satria, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, 5 Agustus 2018.

Menurut Budi, tahun ini BTN kembali mendapat persetujuan dari menteri keuangan untuk menjadi salah satu bank pelaksana penyalur dana FLPP. Tahun lalu, perseroan hanya menyalurkan KPR Subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB), setelah pemerintah memangkas anggaran penyaluran KPR skema FLPP hingga lebih separuhnya.

Dengan masuknya BTN, tentunya jumlah bank pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP bertambah. Selain BTN, ada juga Bank Hana, yang dalam waktu dekat akan melakukan perjanjian kerja sama operasional (PKO), sehingga jumlah bank pelaksana seluruhnya menjadi 42 bank.

Sebagai pemimpin di pasar KPR, BTN menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47 persen dan menjadi penyalur terbesar diantara perbankan lain untuk KPR Subsidi sebesar 94,12 persen

Selain itu, Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Budi Hartono mengatakan dari hasil evaluasi 40 bank yang saat ini bekerja sama untuk menyalurkan dana FLPP sampai dengan semester I, terdapat delapan bank yang belum menyalurkan dana FLPP secara maksimal.

"Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 40 bank yang ditunjuk untuk menyalurkan FLPP 2018 tersebut, delapan bank di antaranya belum melaksanakan tugasnya secara maksimal," ujar Budi Hartono.

Delapan bank pelaksana tersebut terdiri dari tiga bank umum nasional dan lima bank pembangunan daerah yang belum menyalurkan. "Nanti kita akan cek alasannya, apa karena tidak sesuai dengan bisnis intinya, sehingga belum menyalurkan," ujarnya.

Dalam penyaluran dana FLPP, tahun ini PPDPP bekerja sama dengan 40 bank pelaksana, terdiri dari sembilan bank umum nasional dan 31 bank pembangunan daerah. Realisasi penyaluran dana FLPP dari 2010 hingga 31 Juli 2018, mencapai Rp32,36 triliun, dengan 532.283 unit rumah. Adapun penerima FLPP tahun ini sebanyak 12.455 unit rumah senilai Rp1,43 triliun.

Di sisi lain, untuk Program Satu Juta Rumah, BTN sudah menyalurkan KPR untuk 423.303 unit rumah dengan nilai Rp38,4 triliun baik dalam bentuk KPR subsidi maupun nonsubsidi. Dari keseluruhan penyaluran KPR tersebut, 307.360 unit di antaranya berbentuk kredit konstruksi perumahan.

Adapun khusus untuk KPR subsidi BTN sudah mendistribusikan pinjaman untuk 297.044 unit rumah dengan nilai Rp17,15 triliun. Untuk paruh pertama tahun ini, BTN mengucurkan KPR subsidi dengan skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan bantuan uang muka.  Pada semester II tahun ini perseroan akan menyalurkan kredit dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Dengan adanya FLPP tersebut diharapkan akan  meningkatkan kapasitas kredit perseroan sehingga masyarakat dapat memiliki rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan murah sekaligus dapat mempercepat pencapaian program satu juta rumah," ujarnya.



(SAW)