Respons BI soal Rencana Pemerintah Intervensi Harga BBM Nonsubsidi

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 12 Apr 2018 10:10 WIB
subsidi bbmbank indonesiabbmstok bbmharga bbm
Respons BI soal Rencana Pemerintah Intervensi Harga BBM Nonsubsidi
Gubernur BI Agus DW Martowardojo (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyambut baik rencana pemerintah untuk mengintervensi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah ini dinilai memengaruhi laju inflasi yang lebih terkendali dan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan dalam tiga tahun terakhir inflasi terkendali dengan baik. Pada 2015, tingkat inflasi tercatat sebesar 3,35 persen, kemudian turun menjadi 3,02 persen di 2016, dan kembali meningkat di 2017 sebesar 3,61 persen.

"Kami sambut baik kebijakan (intervensi harga BBM nonsubsidi) itu. Kita sama-sama mengikuti bahwa tiga tahun terakhir inflasi kita selalu terjaga dalam kisaran empat persen, bahwa di 2018 ditargetkan turun di 3,5 persen," kata Agus, usai rapat dengan Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Dirinya tidak menampik pemerintah sebelumnya telah menjamin tidak ada kenaikan BBM tahun ini. Namun dengan gejolak global, apabila ada kenaikan maka pemerintah akan menyampaikan dengan harapan tak membuat inflasi melonjak.



"Kalau saya lihat dari tahun lalu pemerintah sudah menyampaikan harga BBM dan listrik di 2018 tidak ada kenaikan. Kalau seandainya ada kenaikan ada diinformasikan di awal dan akan dikoordinasikan supaya waktunya tepat sehingga inflasi tetap bisa terjaga," jelas dia.

Lebih lanjut, Agus berharap, apa yang dilakukan pemerintah meminimalkan risiko inflasi dari administered price. Untuk itu, komponen inflasi dari volatile food diharapkan bisa lebih stabil lagi untuk mencapai target inflasi 3,5 plus minus satu persen.

"Artinya risiko dari administered price menjadi minimum yang perlu kita waspadai adalah di volatile food. Volatile food yang kita dapatkan dari hasil survei yang memang perlu dikasih perhatian adalah bawang merah dan cabai merah," pungkasnya.

 


(ABD)