Pasarkan Smart Device, Pelaku Bisnis Bidik Generasi Milenial

   •    Minggu, 16 Sep 2018 11:35 WIB
Pasarkan <i>Smart Device</i>, Pelaku Bisnis Bidik Generasi Milenial
Generasi Millenial. Dok : Thinkstock.

Jakarta: Dalam pembahasan mengenai  generasi milenial dan masa depan teknologi tampak bahwa tingginya  kebutuhan dan besarnya potensi yang ada pada pasar smart device di Indonesia.Banyak generasi milenial yang membutuhkan produk yang praktis yang sampai saat ini belum dijelajahi oleh para perusahaan ternama di Indonesia.

“Kami percaya masyarakat Indonesia adalah masyarakat modern yang butuh kepraktisan dalam hidup, dan kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan Indonesia” ujar Andora Michi, COO Newport dalam diskusi terbuka dengan topik 'The Behavior of Millennials, Decision Makers of Today' dalam keterangannya, Minggu, 16 September 2018.  

Ia melanjutkan akan melanjutkan visi dan komitmen untuk menghadirkan beragam produk teknologi pintar (smart technology). Produk- produk yang praktis diharapkan dapat menyeimbangi peningkatan aktivitas keseharian dari para masyarakat modern yang sibuk ini.

Richard Santoso selaku GM Marketing PT Electronic City Indonesia Tbk menyampaikan bahwa kehadiran teknologi yang pintar sangat cocok dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan semakin menyemarakkan penjualan produk di toko offline.

Acara ini dihadiri oleh pelaku industri teknologi dan digital termasuk diantaranya Richard Santoso selaku GM Marketing PT Electronic City Indonesia Tbk. dan Kevin Mintaraga selaku CEO Bridestory, direktori online pernikahan terbesar di Indonesia.

Generasi milenial atau mereka yang lahir setelah era '80-an sampai 1994 kerap dianggap spesial lantaran sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi milenial memiliki tren tersendiri yakni mengandalkan internet sebagai gaya hidup dan cenderung menghabiskan uang untuk melakukan kegiatan konsumtif ketimbang berinvestasi. Celah ini yang dimanfaatkan pebisnis.

"Arsitektur teknologi telah membentuk pola hidup mereka. Rezim anak zaman sekarang itu lebih memilih nyaman ketimbang mapan. Makanya mereka lebih memilih jalan-jalan atau minum kopi ketimbang beli emas atau rumah," ujar Sosiolog Devie Rahmawati, dalam Newsline, Jumat, 16 Maret 2018.
(SAW)