Lebaran, Momentum Dongkrak Kinerja Industri Mamin

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 06 Jun 2018 20:57 WIB
industri makanan
Lebaran, Momentum Dongkrak Kinerja Industri Mamin
Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto (Kedua dari kanan). (FOTO: Dok Kemenperin)

Jakarta: Tren permintaan terhadap barang kebutuhan pokok akan meningkat tajam menjelang Lebaran, termasuk untuk komoditas makanan dan minuman (mamin). Momentum ini diyakini mampu mendongkrak kinerja industri makanan dan minuman yang selama ini konsisten tumbuh rata-rata di atas tujuh persen.

"Pada triwulan I-2018, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 12,7 persen dan berkontribusi terhadap industri pengolahan nonmigas sebesar 35,4 persen," kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto, seperti dikutip dalam keterangan persnya, Rabu, 6 Juni 2018.

Menurut Panggah, Kemenperin setiap tahun rutin menggelar bazar Lebaran untuk memfasilitasi penyediaan barang kebutuhan pokok masyarakat khususnya produk olahan industri seperti makanan, minuman, dan sandang dengan harga terjangkau.

"Untuk memenuhi kenaikan permintaan tersebut, tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan stok pasar, tetapi juga perlu didukung pendistribusian yang tepat sasaran," tuturnya.

Oleh karena itu, Bazar Lebaran ini bertujuan mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok kepada masyarakat. Panggah memastikan, kendati dijual dengan harga murah, produk-produk di bazar tersebut tetap memiliki kualitas yang terjaga.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, bila Ramadan tiba, bazar Lebaran akan menjadi suatu kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas khususnya umat muslim dalam rangka persiapan untuk menyambut hari raya Idulfitri," paparnya.

Selain itu penyelenggaraan bazar Lebaran ini dapat juga mendorong para pelaku industri untuk memperkenalkan atau mempromosikan produk mereka.

"Upaya ini diharapkan agar produk dalam negeri dapat dikenal di negeri sendiri. Dengan mengenalkan produk kita sendiri, kami meyakini masyarakat akan tergerak untuk mengkonsumsi produk lokal sehingga industrinya semakin produktif dan berdaya saing," ujarnya.

Bazar Lebaran tahun ini diikuti sebanyak 100 perusahaan baik skala besar maupun industri kecil dan menengah (IKM). Produk-produk yang ditampilkan, antara lain minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, biskuit, mi, olahan daging, sirup, susu, minuman ringan, pakaian, sarung, dan elektronika.

Panggah optimistis, industri makanan dan minuman nasional diyakini tetap tumbuh positif pada 2018. Telebih lagi adanya momentum pemilihan kepala daerah yang berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia, yang berpotensi dapat meningkatkan konsumsi produk makanan dan minuman.

Untuk itu, mutlak dilakukan sinergi program dan kegiatan antara pemerintah dan  stakeholder dalam pengembangan industri makanan dan minuman, mulai dari mempermudah akses bahan  baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi.

"Upaya ini juga mendukung dalam penerapan Industri 4.0," pungkasnya.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA