Mendes PDTT: Pembangunan Daerah Pedalaman Masih Lambat

   •    Minggu, 29 Jul 2018 11:30 WIB
pembangunan
Mendes PDTT: Pembangunan Daerah Pedalaman Masih Lambat
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo. (MI/Mohamad Irfan).

Sorong: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengakui bahwa pembangunan daerah pedalaman, terutama di banyak daerah pegunungan Papua Barat, masih lambat.

"Di daerah pegunungan itu memang agak terisolir, itu masih agak lambat," akunya saat berada di Kota Sorong dikutip dari Antara, Minggu, 29 Juli 2018.

Hal tersebut, menurutnya, karena belum adanya infrastruktur yang menunjang mobilitas masyarakat di sana. Sedangkan membangun daerah pedalaman yang mayoritas terdapat desa miskin dan tertinggal merupakan program prioritas yang sedang digalakkan pemerintah.

"Kita mesti tahu membangun desa tidak seperti membalikkan telapak tangan, karena banyak dari desa-desa kita yang basisnya berat dan tertinggal mulai dari awal 2015. Tapi dengan adanya Dana Desa pelan-pelan pertumbuhan desa mulai merata," katanya.

Eko menambahkan, sejalan dengan harapan kuat Presiden Joko Widodo untuk membangun desa, pemerintah dalam waktu tiga tahun telah menggelontorkan dana sebesar Rp187 triliun untuk pemberian Dana Desa. Dana tersebut tiap tahunnya akan dinaikkan sesuai kesiapan dari perangkat desa.

"Desa yang miskin akan mendapatkan dana lebih dari Rp800 juta. Desa-desa tersebut yang mendapat afirmasi lebih cepat," ujarnya.

Dana tersebut, diakuinya, pada awalnya diberikan kepada pemerintahan kabupaten. Tidak semua desa mendapatkan dana yang sama. Kini, paling tidak semua desa mendapatkan dana yang sama.

Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua yang menghubungkan provinsi Papua Barat-Papua sepanjang 3.800 kilometer yang dibuka Presiden Joko Widodo beberapa bulan lalu diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah-daerah lain di sekitarnya.

"Karena pembangunan jalan oleh Presiden Jokowi sampai menembus daerah pegunungan, hal itu akan bisa terjadi lebih cepat," pungkas dia.

 


(SAW)