Kementan Dorong Kalbar Perluas Penyediaan Protein Hewan

Arif Wicaksono    •    Minggu, 19 Mar 2017 19:29 WIB
kementerian pertanian
Kementan Dorong Kalbar Perluas Penyediaan Protein Hewan
illustrasi. MI/Bary Fathahilah.

Metrotvnews.com, Pontianak: Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tercapainya swasembada protein hewani. Terkait hal ini, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita mendorong Provinsi Kalimantan Barat untuk mengembangkan potensi ternak lokal secara terpadu.

"Saat ini kita terus mendorong pengembangan ternak lokal secara terpadu. Target kita tidak lagi hanya mewujudkan swasembada daging sapi saja, tetapi swasembada protein hewani”, ungkap Dirjen PKH saat memberikan materi pada Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura di Pontianak, dalam rilisnya Minggu, 19 Maret 2017.
 
Pada kesempatan tersebut, Ketut meminta kepada seluruh civitas akademika Univertitas Tanjung Pura khususnya Himpunan Mahasiswa Peternakan Fakultas Pertanian untuk lebih berperan akktif mendorong pengembangan potensi ternak lokal terpadu di Kalimantan Barat yang berbasis aplikasi teknologi dalam mendukung diversifikasi kebutuhan protein hewani.

"Teknlogi itu banyak di Perguruan Tinggi, sehingga harus disebarkan ke masyarakat untuk dapat diimplementasikan," kata Ketut.
 
Menurutnya, kebijakan sektor peternakan saat ini diarahkan untuk membangun kedaulatan pangan sebagai implementasi butir ke-7 dari Nawacita Pemerintahan Presiden Jokowi.

"Secara umum, sumber protein hewani asal ternak di masyarakat Indonesia telah mengalami diversifikasi, sehingga tidak tergantung pada satu macam sumber protein," kata Ketut.

Hal ini dapat dilihat dari data partisipasi konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia periode 2011-2014, terlihat partisipasi masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi protein sudah semakin meningkat.

"Partisipasi konsumsi masyarakat untuk kelompok pangan hewani asal ternak pada 2014 terhadap komoditas daging sapi sekitar 23 persen, daging unggas 48,75 persen dan telur sekitar mencapai 83 persen," ungkapnya.

Ketut meminta kepada Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat agar dapat memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia, tetapi belum dimanfaatkan untuk ditanami Hijauan Makanan Ternak (HMT) seperti indigofera.

"Dinas perlu melibatkan dan mengajak mahasiswa untuk menanam Hijauan Pakan Ternak. Jadikan lahan-lahan tidur sebagai tempat praktek bagi mahasiswa," imbau Ketut.

Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa dalam paparannya menyampaikan, konsumsi protein hewani per kapita provinsi Kalimantan Barat sebesar 2,61 kg/kapita/thn. Kebutuhan protein hewani di Provinsi Kalbar dipenuhi dari daging ayam, daging babi dan telur yang telah swasembada.

Kebutuhan daging di Kalbar sebanyak 82.989 ton dengan kontribusi dari Unggas sebanyak 55.602 ton (67 persen), Babi sebesar 15.846 ton (19  persen), Sapi 7.636 ton (9,2 persen), Kambing sebesar 3.863 ton (4.7 persen), Lain-lain  sebesar  42 ton  (0,1 persen).

Sedangkan populasi sapi saat ini masih kecil, berdasarkan data statistik peternakan Provinsi Kalbar tahun 2015 sebanyak 156.943 ekor dengan jumlah pemotongan sebesar 53.611 ekor, sehingga untuk pemenuhan kebutuhan, sekitar 38 persen dipenuhi dari sapi bakalan yang didatangkan dari pulau Madura Jawa Timur.

"Untuk itu, Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar saat ini terus berusaha untuk meningkatkan populasi sapi di tingkat peternak," ujar Abdul Manaf.

Abdul Manaf mengungkapkan dengan sumber daya dan situasi kondisi Kalbar yang aman terhadap ancaman Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), maka Kalbar mempunyai peluang untuk dapat menjadi wilayah sumber ternak untuk mensuplai kebutuhan nasional.

Menurutnya, populasi betina di Provinsi Kalbar 2017 sebanyak 97.751 ekor, betina yang produktif sebanyak 63.417 ekor dengan target IB (akseptor) sebesar 36.373 ekor dan penanganan Ganguan Reproduksi (Gangrep) sebanyak 1.011 ekor.

"Kita akan terus dorong kinerja para petugas, untuk dapat bekerja secara sungguh-sungguh dan dapat mensukseskan pencapaian target UPSUS SIWAB yang telah ditetapkan tersebut," ungkapnya.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

12 hours Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA