Digitalisasi Diharapkan Tingkatkan Penetrasi Asuransi di Indonesia

Angga Bratadharma    •    Kamis, 21 Jul 2016 16:37 WIB
manulife aset manajemen indonesia
Digitalisasi Diharapkan Tingkatkan Penetrasi Asuransi di Indonesia
Direktur Manulife Indonesia Sutikno Sjarif. (FOTO: MTVN/Angga Bratadharma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Digitalisasi dan edukasi mumpuni dianggap merupakan alat yang cukup ampuh untuk meningkatkan penetrasi asuransi di Tanah Air, mengingat sampai sekarang ini tingkat penetrasi dimaksud masih berada di bawah angka lima persen. Tentu perlu ada upaya bersama agar penetrasi asuransi bisa terus naik di waktu-waktu yang akan datang.

Direktur Manulife Indonesia Sutikno Sjarif tidak menampik penetrasi asuransi di Indonesia memang masih kecil. Bahkan, terbilang kecil bila dibandingkan dengan penetrasi asuransi di negara tetangga seperti di Malaysia, Thailand, dan lain sebagainya.

"Sebenarnya hal itu yang membuat Indonesia diincar oleh banyak perusahaan asuransi besar di dunia karena potensinya memang cukup besar. Nah, digitalisasi di sini menjadi alat untuk meningkatkan penetrasi asuransi itu," kata Sutikno, kepada Metrotvnews.com, di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Dirinya tidak memungkiri, persoalan lembaga jasa keuangan di Tanah Air, termasuk di industri asuransi adalah masih rendahnya tingkat melek keuangan masyarakat Indonesia. Karenanya, menjadi penting program pemerintah utamanya terkait financial inclusion yang terus digembor-gemborkan sampai saat ini.

"Jadi, digitalisasi itu adalah tools. Apakah handphone bisa menyembuhkan kepala yang pusing? Kan tidak. Karenanya, digitalisasi hanya tools. Akan memudahkan dan memberi keuntungan karena dengan digitalisasi maka suatu perusahaan bisa melayani secara baik nasabah yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia ini," tuturnya.

Namun demikian, dirinya menekankan bahwa yang paling penting dalam meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat. Edukasi memiliki peranan penting agar masyarakat mengetahui betapa pentingnya memiliki produk asuransi sebagai bentuk perlindungan diri dari suatu risiko.

"Katakan asuransi mikro itu untuk financial inclusion, tapi problem-nya kalau mau menjual asuransi mikro mereka harus mengetahui apa kegunaannya. Di sini edukasi perlu untuk memberitahukan kepada mereka apa itu asuransi agar mereka memahami dan memiliki," pungkasnya.


(ABD)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA