Menperin Genjot Pertumbuhan Industri Perikanan

Husen Miftahudin    •    Selasa, 20 Sep 2016 20:58 WIB
kelautan dan perikanan
Menperin Genjot Pertumbuhan Industri Perikanan
Perikanan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto bertekad untuk menggenjot pertumbuhan industri perikanan nasional. Oleh karena itu diperlukan sinergitas yang kuat dengan pemangku kepentingan terkait. 

Dia mengaku telah menerima masukan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta industri perikanan. Usai menerima masukan, pihaknya akan mempelajari dan mencari jalan keluar terkait kendala dalam pengembangan industri perikanan seperti asokan bahan baku, infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kebijakan dan peraturan.

"Saat ini, utilisasi kapasitas terpasang industri pengolahan ikan masih di bawah 40 persen. Untuk itu, diperlukan pengoptimalan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) sehingga pasokan bahan baku ikan dan harganya bisa stabil," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Upaya Kemenperin untuk menyelesaikan masalah sektor perikanan agar industri ini dapat segera tumbuh seiring dengan komitmen pemerintah dengan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

"Masa lalu, ekspor udang kita sangat bagus. Selain itu, ada industri-industri lain yang sudah advance di pasar ekspor pada bidang processed food, dan ada juga yang di kelompok ikan fresh dan kaleng. Ini yang akan kami terus dorong untuk tumbuh," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto menyatakan akan mendukung upaya pemerintah membangun industri perikanan nasional. Ada pun program yang ditargetkan dari Kadin bidang Kelautan dan Perikanan, antara lain menjadikan Indonesia sebagai pusat prosesing perikanan dunia.

"Selain itu, diperlukan pengembangan program pembudidayaan udang, rumput laut, dan perikanan. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia," tegas Yugi.

Berdasarkan catatan Kemenperin, industri pengolahan ikan di Indonesia terdiri dari 636 Usaha Pengolahan Ikan (UPI) skala besar dan 36 ribu UPI skala kecil atau rumah tangga dengan teknologi sederhana. Salah satu industri pengolahan ikan yang cukup berkembang di Indonesia yaitu industri pengalengan ikan yang pada 2015 industrinya mencapai 41 perusahaan dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 46.500 orang dan nilai investasi sebesar Rp1,91 triliun. 

Kapasitas terpasang industri tersebut mencapai 630 ribu ton dengan nilai produksi sebanyak 315 ribu ton (utilisasi produksi 50 persen). Sedangkan, nilai ekspor ikan dalam kaleng mencapai USD26 juta dengan nilai impornya sebesar USD1,6 juta.


(SAW)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA