Enam Holding BUMN Ditargetkan Tuntas di 2016

   •    Selasa, 20 Sep 2016 15:05 WIB
holding bumn
Enam <i>Holding</i> BUMN Ditargetkan Tuntas di 2016
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (kanan). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf.

Metrotvnews.com, Copenhagen: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan bahwa rencana pemerintah untuk membentuk enam holding BUMN ditargetkan tuntas pada akhir 2016. 

"Setelah selesai (revisi) Peraturan Pemerintah Nomor 44, seharusnya PP untuk Holding masing-masing BUMN bisa selesai. Targetnya sebelum akhir tahun keenam-enamnya," kata Rini, di sela-sela kunjungan kerja ke negara-negara Skandinavia, di Copenhagen, Denmark, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/9/2016). 

Rini mengatakan, enam holding BUMN yang diharapkan selesai pada akhir 2016 tersebut adalah untuk tambang, minyak dan gas, infrastruktur, keuangan, perumahan dan pangan. Langkah tersebut diambil pemerintah agar bisa mempercepat dalam mendorong investasi yang masuk ke Indonesia.

Menurut Rini, revisi Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2005 Tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas tersebut sudah memasuki tahap akhir yang akan segera ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Sekarang ini kita sudah dalam proses PP Nomor 44 Tahun 2005 untuk nantinya ditandatangani oleh Presiden. Jika kita lihat ke depan, untuk holding BUMN tersebut merupakan hal yang penting karena hampir di semua sektor itu daya saing menjadi yang utama," kata Rini.

Rini menambahkan, revisi PP Nomor 44 Tahun 2005 tersebut nantinya akan menjadi payung hukum untuk Peraturan Pemerintah lainnya di masing-masing sektor Holding BUMN dan diharapkan selesai pada Oktober 2016.

"Kami juga akan menyiapkan untuk Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa. Jadi, pemberitaan sehubungan dengan RUPS itu kita lakukan awal November 2016, sehingga sebelum akhir 2016 sudah RUPS," pungkas Rini.

Salah satu skema dalam holding BUMN tersebut adalah, PT Pertamina (Persero) akan dijadikan sebagai holding company atau perusahaan induk di sektor minyak dan gas. Sementara untuk sektor pertambangan akan diketuai oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

Perum Bulog, direncanakan menjadi induk dari beberapa BUMN sektor pangan seperti PT Syang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero) dan PT Perdagangan Indonesia (PPI) Persero. Kemudian, PT Dana Reksa (Persero), akan menjadi holding dari BUMN jasa keuangan termasuk perbankan.



(SAW)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA