Rencana Pemerintah Cetak Uang Baru Dinilai Tidak Urgen

M Studio    •    Minggu, 18 Sep 2016 09:54 WIB
berita dpr
Rencana Pemerintah Cetak Uang Baru Dinilai Tidak Urgen
Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan (Foto:dok.DPR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Kepres Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional pada pecahan uang kertas dan logam. Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengkritisi rencana pemerintah mencetak uang baru tersebut.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini, sangat tidak urgen mencetak 11 uang baru seperti yang akan dirilis pemerintah.

Peredaran uang baru tersebut dikatakan Heri, tidak tepat waktu. Alasannya, kini kondisi keuangan negara sedang mengalami defisit dan berpengaruh terhadap tingkat inflasi.

"Pemerintah harus menyertakan urgensinya, karena mencetak uang baru butuh biaya yang tidak murah. Padahal, pada saat yang sama, pemerintah sedang melakukan penghematan dengan memangkas anggaran kementerian/lembaga. Harusnya pemerintah memikirkan bagaimana keuangan negara sehat kembali. Bukan malah menerbitkan uang baru," ujar Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan dalam keterangan persnya di Jakarta.

“Cetak uang saat ini tidak urgen. Bila cetak uang baru karena alasan target pajak yang mungkin tidak tercapai, itu keliru. Sebaliknya, ekonomi justru akan terganggu bila cetak uang baru tidak diawasi,” ucap Heri.

Ketimbang mencetak uang baru, lebih baik mengusut dugaan korupsi mesin Intaglio Komori yang dibeli Perum Peruri dengan tipe IC-532III yang tidak sesuai spesifikasi. Hinga kini skandal tersebut tak jelas pengusutannya.

“Saya berharap, pemerintah, khususnya BI, menjaga stabilitas jumlah uang yang beredar di masyarakat. BI dengan kebijakannya harus menyediakan kebutuhan uang rupiah di masyarakat dengan jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar,” ujar politikus dari dapil Jabar IV itu.

BI perlu memberi perhatian bahwa uang yang diterbitkan harus dapat mempermudah transaksi pembayaran tunai, mudah digunakan, mudah dikenali, tahan lama, dan sulit dipalsukan. Memperkuat pengawasan juga jadi keniscayaan untuk memberantas peredaran uang palsu.

"BI perlu mengupayakan agar uang yang beredar di masyarakat cukup dan sesuai jenis pecahannya," tutur politikus muda Partai Gerindra itu.

Seperti diketahui, BI akan merilis 11 uang baru yang terdiri atas tujuh uang kertas dan empat uang logam. Semua uang tersebut bergambar pahlawan nasional, yaitu pecahan uang kertas Rp100 ribu bergambar Soekarno-Hatta. Pecahan Rp50 ribu bergambar H Djuanda Kartawidjaja. Gambar Idham Chalid akan menghiasi uang Rp5 ribu, dan wajah Husni Thamrin menghiasi uang Rp20 ribu.

Sementara, untuk uang logam di antaranya pecahan Rp1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja, TB Simatupang untuk uang logam Rp500, Tjiptomangunkusumo untuk pecahan Rp200, dan Herman Johanes untuk uang Rp100.


(ROS)