Dorong Kemakmuran Ekonomi di Indonesianisme Summit 2017

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 01 Dec 2017 16:08 WIB
ekonomi indonesia
Dorong Kemakmuran Ekonomi di Indonesianisme Summit 2017
Ilustrasi. (FOTO: MI/RAMDANI)

Jakarta: Ikatan Alumni (IA) ITB kembali menggelar forum Indonesianisme Summit 2017. Keberadaan forum ini diharapkan mampu berkontribusi dalam memperkuat kedaulatan dan kemakmuran ekonomi Indonesia dengan mendorong perkuatan dalam bidang penguasaan teknologi, manufaktur, dan infrastruktur.

Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Ridwan Djamaluddin mengatakan forum Indonesianisme Summit bertujuan untuk membangkitkan militansi semangat penguasaan teknologi, industri dan manufaktur melalui aksi terpadu sinergis (orchestrated effort).

Selain itu juga keberpihakan kepada hasil-hasil karya industri anak bangsa demi memperkuat brainware bangsa. Menurut dia, salah satu kunci kemenangan dari industri pada sebuah negara adalah adanya aksi terpadu sinergis (orchestrated effort) dan keberpihakan, baik dari masyarakat bangsa tersebut atau pun pemerintahnya.

"Hal tersebut dapat terlihat dari negara dengan industri yang berhasil, semisal Jerman, Jepang, Korea, dan Tiongkok. Mereka sadar kekayaan alam yang dimiliki terbatas. Untuk itu, jalan utama untuk bertahan hidup adalah kemandirian dan penguasaan teknologi dan industri," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 1 Desember 2017.

Dia mengaku, Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah seringkali terlena oleh hal tersebut dan menyebabkan lemahnya sektor industrinya. Oleh sebab itu, ada tiga hal yang penting dalam membangun fondasi Industri di Indonesia, yaitu penguasaan teknologi, penguasaan merek, dan penguasaan pasar.

"Lemahnya penguasaan teknologi, penguasaan merek dan penguasaan pasar‎ menyebabkan Indonesia selalu menjadi pasar bagi bangsa lain, bukannya menjadi produsen. Kekayaan alam kita seringkali secara mentah di ekspor begitu saja. ‎Sementara kita mengimpor kembali barang tersebut dalam bentuk jadi," tutur Ridwan.

Sementara itu, Direktur Program Re-industrialisasi IA ITB Achmad Rizal menambahkan untuk mendorong pemenangan industri, melalui forum ini IA ITB akan memberi masukan kepada pemerintah maupun pihak swasta dalam pemilihan sektor-sektor industri yang harus dimenangkan karena bernilai vital untuk kedaulatan dan keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.

Menurut dia IA ITB akan memberi masukan ke pemerintah dan masyarakat, tentang industri-industri yang harus dikuasai karena industri tersebut sangat vital untuk kedaulatan dan keberlangsungan hidup serta memenangkan persaingan di dunia berdasarkan prinsip-prinsip Indonesianisme atau keberpihakan pada Indonesia.

"Bidang-bidang tersebut di antaranya ialah industri energi, industri transportasi dan infrastruktur, industri pangan dan industri digital kreatif," ungkap dia.

Indonesianisme Summit akan digelar pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.‎ Indonesianisme Summit 2017 akan diisi dengan konferensi berupa arahan dari pemerintah, sesi inspiring talk, dan networking.

Sebagai wakil pemerintah akan hadir Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua BPOM Penny Lukito.

"Masing-masing wakil pemerintah tersebut akan terlibat dalam forum-forum yang dibentuk khusus sesuai dengan bidang industri masing-masing yaitu industri energi, industri digital, industri pangan, serta industri transportasi, dan infrastruktur," pungkasnya.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA