Petani Lebak Diminta Tingkatkan Kualitas Komoditas Pertanian

   •    Minggu, 03 Dec 2017 15:18 WIB
petani
Petani Lebak Diminta Tingkatkan Kualitas Komoditas Pertanian
Illustrasi. ANT/Nyoman.

Lebak: Petani Kabupaten Lebak diminta meningkatkan kualitas produksi komoditas pertanian guna mendorong pendapatan ekonomi masyarakat di daerah itu.

"Kami yakin jika komoditas pertanian berkualitas dipastikan bisa berdaya saing di pasaran domestik maupun mancanegara," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna dikutip dari Antara, Minggu, 3 Desember 2017.

Selama ini, produksi komoditas pertanian memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan ekonomi masyarakat juga ketahanan pangan.

Pemerintah daerah terus mendorong agar petani meningkatkan kualitas produksi komoditas pertanian sehingga ke depan menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat.

"Kami minta seluruh kelompok tani dapat menerapkan rekayasa teknologi guna menghasilkan kualitas produksi sehingga bisa berdayang saing dipasar domestik hingga mancanegara," jelasnya.

Menurut Dede, penerapan rekayasa teknologi itu diantaranya petani wajib menggunakan benih unggul yang bersertifikasi juga pemupukan yang berimbang antara organik dan nonorganik.

Mereka petani padi bisa memakai pupuk KCL guna bobot buah lebih besar sehingga bisa menguntungkan pendapatan ekonomi petani. Selain itu juga meningkatkan teknik budidaya melalui sistem jajar legowo juga pemupukan yang benar.

Selama ini, potensi pengembangan produk pertanian di daerah ini cukup prospektif dan berpeluang untuk merebut pasar global karena didukung lahan yang begitu luas.

Bahkan, di antaranya produk komoditas pertanian hortikultura menembus pasar mancanegara seperti manggis dan rambutan tangkue. Produk unggulan pertanian hortikultura tersebut telah diekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Benua Eropa.

"Kami yakin komoditas pertanian berkualitas dipastikan permintaan pasar cenderung meningkat," ujarnya.

Ia juga mengatakan, pemerintah daerah mendorong agar petani terus mengembangkan berbagai jenis tanaman, baik pertanian padi dan palawija maupun hortikultura.

Pengembangan tanaman hortikultura menjadikan skala prioritas karena permintaan pasar relatif tinggi dan menguntungkan petani. Petani kini mengembangkan sebanyak 17 komoditas tanaman hortikultura, di antaranya alpukat, belimbing, dukuh, sawo, durian, mangga, manggis, rambutan, pepaya, salak, pisang, nangka, dan nanas.

Pengembangan tanaman buah-buahan yang sudah berjalan di Kabupaten Lebak, yakni manggis di Kecamatan Cipanas, Bayah, Lebakgedong, Sobang, dan Muncang.

Begitu juga durian di Kecamatan Leuwidamar, Gunungkencana, Cirinten, Muncang, dan Bojongmanik. Kawasan buah duku di Kecamatan Warunggunung, Cikulur, dan Cibadak. Komoditas mangga di Kecamatan Panggarangan, Malingping, Cihara, dan Bayah, sedangkan rambutan dan salak di Kecamatan Maja, Cimarga Curugbitung, Rangkasbitung, Cijaku, Leuwidamar, dan Sajira.

"Kami mengapresiasi produk komoditas pertanian jenis buah-buahan yang dikonteskan itu hasil produksi petani lokal," katanya.

Sementara itu, Tata, 50, seorang petani Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak mengaku di wilayahnya itu sebagai penghasilkan durian kahilang yang memiliki kualitas dengan rasa manis, beraroma serta buahnya tebal.

"Kami menyertakan lima buah durian kahilang ditampilkan pada kontes buah-buahan agar dikenal masyarakat luas. Produksi durian itu hasil penyelang karena belum memasuki musim panen durian," pungkas dia.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA